Selama delapan tahun aku jauh dari rumah, ternyata ada jauh sekali perbedaan yang kurasakan. Dulu ketika aku masih tinggal di rumah selalu ada yang mengingatkanku Sholat. Bahkan terkadang aku sangat rindu sekali dengan teriakan ibu dan bapakku ketika mereka menyuruhku untuk sholat bila waktunya telah tiba. Aku rindu omelan ibuku ketika aku nyemil makanan yang baru saja masak dan ditiriskan di dapur. Aku rindu dengan perhatian mereka saat aku terlambat makan hanya gara-gara terlalu larut nonton televisi yang menurutku saat ini tontongan itu bukan tontanan yang bermutu hingga melalaikan kebutuhan makanku…
Saat ini setelah kedua orangtuaku sudah tidak ada lagi rasa rindu itu tiba-tiba muncul. Apalagi ketika melihat ada seorang anak yang tega-teganya membentak orang tua bahkan sampai tidak akur seperti beberapa artis yang tak patut untuk kita contoh, Jangan mentang-mentang sudah memiliki penghasilan sendiri lantas seperti tidak memerlukan lagi keberadaan mereka….
Aku rindu…
Dengan belaian ibukku saat aku sakit, bahkan ketika aku menyembunyikan sakitku karena terjatuh dari tangga sekolah sampai kakiku bengkak terkilir, dia tahu saat aku butuh pertolongan walau aku tidak mengatakannya…
Terkadang aku malu…,
Saat aku ingat betapa kekanak-kanakannya aku yang merengek untuk dibelikan sepeda sementara keadaan ekonomi tidak memungkinkan untuk membelinya saat itu, hanya gara-gara teman sebelah rumah dibelikan sepeda baru. Terkadang aku benar-benar malu, saat ingat ketika hanya rangka sepeda bekas yang diberikan bapakku hanya untuk menyenangkanku yang saat itu pengen sekali sepeda. Sampai akhirnya aku bisa memiliki sepeda setelah bulan ketiga dengan berbagai spare part sepeda bekas yang dibeli dari pasar loak hanya untuk memenuhi kinginanku. Jika ingat itu entah mengapa air mata ini seolah seperti kran bocor yang terus menetes deras…. (tapi saat nulis ini krannya sudah kututup… hehehe…)
Sekarang aku sendiri, aku hidup sendirian ditengah kesibukan yang kandang membuatku lupa. Tak ada yang mengingatkan untuk sholat, tak ada yang ngerokin saat aku masuk angin, tak ada yang mijitin saat aku keseleo, bahkan tak ada yang peduli apakah aku sudah makan atau belum… mungkin sebagian orang menganggapku hidup sangat nikmat dengan berbagai fasilitas yang mungkit tak dimiliki oranglain seperti yang mereka lihat dari luar….
padahal sesungguhnya, aku rindu keluarga…