Posted in coretanku

Transfer Ilmu

Sabtu kemarin, aku disuruh mengisi materi tentang desain dan perwajahan halaman di salah satu kampus swasta di samarinda. Tepat pukul 09.00 kakakku memintaku untuk mengisi acara di kampus tersebut tentang materi yang memang menjadi kerjaanku sehari-hari. Sebenarnya sih bukan masalah jika meminta jauh hari sebelumnya, tapi ini untuk acara jam 11.00. Yup, hanya 2 jam persiapanku untuk mengumpulkan materi plus menyiapkan mental untuk berbicara di depan para mahasiswa yang biasanya kritis…

Kalo untuk kakaku sih mungkin bukan hal yang sulit karena dia sudah biasa mengisi materi tentang jurnalistik. Aku tahu karena banyak sekali plakat dan piagam penghargaan yang menghiasi rumahnya yang isinya rata-tara ucapan terima kasih telah mengisi acara-acara tersebut. Namun untukku walau bukan yang pertama tapi cukup membuatku sedikit tegang karena belum terbiasa untuk bicara di depan audiens tapi didepan monitor komputer alias chating hehehe…

Aku masih ingat ketika pertama kali bicara didepan umum, saat itu aku bicara di depan anak-anak kelas 1 saat menjadi panitia di acara mos di smu dulu, ketika mau bicara suara ini hilang entah kemana sampai akhinya partnerku yang mengambil alih, jika ingat itu jadi malu afwan ya rin…

Nah kembali ke acara kemarin, karena itu bukan pertama kalinya aku bicara didepan umum plus aku juga bukan anak sma lagi yang masih lugu bingung harus ngapain so waktu yang tersisa kugunakan untuk browsing tentang materi yang akan disampaikan, toh kalaupun ada pertanyaan pasti tak jauh-juh dari apa yang kukerjakan sehar-hari. Akhirnya setelah sampai di kampus untungnya acaranya agak molor setengah jam jadi aku masih diberi kesempatan oleh Allah untuk mempersiapkan mentalku. Alhamdulillah aku dapat melewatinya dengan baik, entah apakah cukup baik bagi mahasiswa yang mendengarkan. Yang pasti aku sudah melakukan yang terbaik. tidak seperti aku yang saat sma dulu hehehe…

Entah kenapa setiap ada acara seperti itu selalu aku yang ditunjuk untuk maju, seperti halnya ketika ada anak baru yang mau bekerja sebagai layout, selalu aku yang disuruh training, padahal aku ga jago-jago amat. mungkin temen-temenku kurang bisa dalam mentransfer ilmu, kurang bisa komunikatif untuk mengajari sekalipun dia lebih jago. Bahkan kemarin aku sempet mau dikirim ke bontang hanya untuk melatih anak layout karena disana sudah terbit harian baru bontang post tapi untuk mengerjakan layout halaman utama masih dikerjakan di balikpapan dan samarinda karena tenaga layout disana dirasa masih belum mampu. Aku juga sering kali mendapat komentar dari anak2 PSG yang sering magang di kantor, katanya aku lebih baik ngajarnya ketimbang guru mereka dikelas chie… jadi GE-ER bisa melayang nih… hehehe…

Ternyata transfer ilmu itu tidak mudah ( kalo mudah apa gunanya FKIP hehehe…) buktinya untuk training seseorang aja temen-temenku angkat tangan walau hanya sekedar mengajari apa yang biasa dikerjakan. Seorang guru aja kadang ada yang disukai oleh murid ada yang tidak kerena cara menyampaikan materi yang dirasa kurang sesuai dengan yang diinginkan sang murid. Seorang dai saja ada yang memiliki masa banyak ada juga yang hanya segelintir karena cara penyampaiannya yang kurang komunikatif. Sejak kejadian kemarin aku mulai berfikir untuk kembali belajar berbicara di depan umum lagi walau yang kuhadapi sehari-hari hanya komputer.

Jadi inget hadist nabi yang mengatakan: Rasulullah SAW bersabda : Apabila wafat seorang hamba (manusia) maka terputuslah segala amalannya kecuali 3 perkara: shodaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang salih yg mendoakannya. (HR Muslim), Karena aku belum terlalu kaya jadi amal jariahku mungkin sebatas kemampuanku, dan aku juga masih bujang masih belum memiliki anak soleh yang dapat mendoakan aku, doakan ya semoga cepet nikah plus dapat anak yang soleh agar dapat mendoakanku nantinya hehehehe…. Jadi hanya ilmu yang kukuasai ini semoga bermanfaat walau ilmu desain bukan ilmu agama dan mudahan bisa berdakwah lewat desain amin….

apakah kamu sudah sanggup mentransfer ilmu kalian…?

Posted in Uncategorized

Arti Hidup?

Ada yang bilang hidup itu ujian. Itu bagi mereka yang siap untuk lulus ujian, entah itu ujian masuk perguruan tinggi, ujian masuk audisi, atau ujian kehidupan itu sendiri. Mampukah dia menghadapi berbagai masalah dalam hidup ini dengan baik…

Hidup itu sebenarnya indah…, untuk seorang fotografer yang memang suka dengan keindahan alam dan suka mengabadikan keindahan dalam sebuah kotak kecil yang mereka sebut dengan kamera…. Atau juga bagi mereka yang kebetulan bisa menikmati indahnya hidup ini dengan berbagai kenikmatan yang diperolehnya…

Tetapi ada juga yang bilang hidup itu kejam, sebab mereka selalu dan selalu ditimpa berbagai masalah yang sebenarnya ditimbulkan oleh mereka sendiri disengaja ataupun tidak, akibatnya mereka menyalahkan dunia, menyalahkan Tuhan dengan sebutan kejamnya dunia….

Ada juga yang berpendapat bahwa hidup itu adalah pilihan, tanpa ada jaminan, garansi dan kepastian untuk sebuah pilihan, Sekarang tinggal bagaimana cara menjalani sesuai dangan pilihan itu. Seorang teman saya pun berpendapat demikian, namun jika seseorang dihadapkan dalam situasi tak memiliki pilihan dan harus patuh pada pilihan orang tua kita misalnya, apakah itu juga disebut pilihan hidup padahal jika harus memilih (kok kayak judul sinetron) mungkin bukan itu pilihan yang diharapkan…

Guru saya pernah juga berpendapat bahwa hidup itu seperti roda yang selalu berputar, kadang kita diatas kadang kita dibawah. Namun apakah benar-benar berputar, bagaimana jika seseorang sejak menghirup udara kehidupan ia tetap masih berada dibawah penderitaan terus-menerus hingga kembali ketanah kubur. Lalu bagaimana dengan usia kita, apakah bisa berputar kembali ke posisi semula, atau yang kita inginkan seperti halnya lotre…

Seorang penyair tanah air dalam syairnya menggambarkan bahwa hidup adalah sebuah perjalanan dimana kita selalu memiliki tujuan yang kita sebut sebagai mimpi. Tapi setelah kita sampai pada tujuan awal kita, apakah lantas perjalanan akan berakhir, ternyata tidak karena ketika kita telah mencapai puncak mimpi, malah kita ingin kembali pulang. Lalu untuk apa mimpi itu jika kita sudah meraihnya namun kita malah ingin kembali…..

Seorang koki berpendapat Hakekat hidup adalah proses, seperti membuat makanan yang lezat yang penting adalah proses, proses seperti apa yang kita lakukan untuk mendapatkan makanan yang luar biasa enak, ada yang melakukan proses secara alami, ada yang melakukan proses secara singkat dan siap saji karena diburu oleh waktu, ada yan ingin yang melakukan proses yang menyalahi aturan agar apa yang diingikan dapat tercapai dan meciptakan sesuatu yang baru (berkesperimen) ada juga proses yang terkesan kuno hanya kerna dia menuruti sebelum-sebelumnya tanpa melakukan perubahan-perubahan berarti hingga dia tidak memiliki perkembangan apapun karena ia hanya mencontoh namun masih orisinil dan tradisional…

lalu apa arti hidup menurut anda?