Senin kemarin aku bikin konten tentang seputar inspirasi. Kenapa membahas soal inspirasi? Karena biasanya hari Senin adalah hari yang cukup dibenci para karyawan untuk memulai aktivitas. Bahkan, ada ungkapan yang cukup terkenal, “I don’t like Monday, but I like money.” Ungkapan ini menggambarkan betapa beratnya memulai minggu baru setelah akhir pekan yang menyenangkan.
Aku paham betul perasaan itu. Rasa malas, berat hati, bahkan kadang muncul rasa cemas menghadapi deadline yang menumpuk. Tapi aku percaya, setiap awal adalah kesempatan untuk memulai sesuatu yang lebih baik. Kalau kita terus mengeluh soal hari Senin, rasanya minggu itu jadi terasa lebih panjang dan berat. Maka dari itu, aku mencoba menghadirkan konten yang memberi semangat dan mengubah sudut pandang tentang hari Senin.
Konten Senin Inspirasi ini aku buat untuk membantu orang-orang mengisi hari pertama mereka dengan hal-hal yang positif. Aku percaya, inspirasi tidak melulu datang dari hal-hal besar. Kadang, hal sederhana seperti cerita pengalaman, kutipan bijak, atau ide kreatif bisa memantik semangat yang luar biasa. Di konten kemarin, aku membagikan cerita tentang Johanes Guttenberg bagaimana dia menciptakan awal mula mesin cetak yang merevolusi dunia.
ada kutipan yang sangat berarti bagiku: “Monday is a fresh start, a chance to set a new tone for the week.” Kutipan ini mengingatkanku bahwa meskipun hari Senin terasa berat, sebenarnya hari ini adalah peluang. Peluang untuk memulai sesuatu yang lebih baik, mencoba hal baru, dan menyelesaikan pekerjaan yang tertunda.
Selain itu, aku mengajak followersku untuk melihat Senin sebagai kesempatan. Kalau kita mengubah cara pandang, hari ini bisa jadi momen yang paling berarti. Bayangkan, kalau kita memulai minggu dengan energi positif, ada kemungkinan besar sisa minggu itu akan berjalan lebih lancar. Sebaliknya, kalau kita awali dengan keluhan, minggu itu akan terasa lebih sulit.
Aku harap dari konten ini Ada yang terinspirasi untuk membuat rutinitas pagi baru, ada yang mencoba menulis jurnal syukur, dan ada pula yang sekadar mencoba tersenyum di pagi hari meskipun masih mengantuk.
Tentu, aku tidak berharap semua orang langsung menyukai Senin. Tapi kalau konten ini bisa membuat satu orang saja merasa lebih baik, itu sudah cukup bagiku. Karena itulah tujuan dari Senin Inspirasi—menginspirasi, meski hanya sedikit, agar hari-hari kita bisa lebih berarti.
Bagiku, inspirasi adalah energi. Semakin sering kita berbagi, semakin besar dampaknya. Jadi, kalau kamu membaca ini dan merasa hari Senin berat, coba tanyakan pada dirimu: apa yang bisa aku lakukan untuk membuat hari ini lebih menyenangkan? Kadang jawabannya sederhana. Cobalah, dan lihat bagaimana Seninmu berubah.
Arti sahabat buat kamu itu apa sih…? Kalo buat aku sih, arti sahabat adalah seorang teman yang bener benar temen, teman yang ketika aku sedang ada dibawah, sahabatku tersebut masih tetap disampingku, ketika aku berbuat salah, dia orang yang tetap berada di pihakku walau pada akhirnya dia juga yang mengingatkan kesalahanku. Dan memberi suport apa yang dimilikinya walaupun hanya suport kehadiran, seorang sahabat bagiku pribadi adalah seorang yang rela jauh jauh datang di acara pernikahan temennya walau beda kota. Seorang yang walau dimintai pertolongan apapun dia mau hadir walaupun malah ngerecokin, setidaknya dia bisa bisa bikin aku ketawa, dan sampai saat ini ada satu orang teman yang layak kusebut sahabat, walau kadang-kadang aku lebih banyak ngerepotin dia karena sering aku pinjem dulu 50ribu dulu yah wkwkwk…
Dia ini datang jauh-jauh datang ke Jakarta setelah tau aku mau nikah dan lokasinya ada di kota lain dari tempat tinggalnya yaitu di Sidoarjo. Dia juga dateng tengah malam saat aku perlu bantuan buat sortir buku yang dikejar deadline esok paginya, walau pada akhirnya dia cuman bantu ngerecokin supaya aku ga ngantuk. Tapi jangan salah, dia juga sering minta tolong ke aku di saat saat yang ga tepat. Kalo lagi perlu desain ga kenal waktu juga, bisa tengah malam saat mau tidur kalo aku masih online atau disaat-saat lagi repot-repotnya selalu minta desainan yang alasannya urgent entah seurgen apa yang bikin kerjaanku yang lain kupending dulu buat ngerjain desainan nih orang.
Dwi Prasetyo (tengah) jauh-jauh datang dari Sidoarjo untuk menghadiri akad nikahku di Jakarta.
siapa kah dia? ya tak lain tak bukan namanya Dwi Prasetyo, dia rela datang ke jakarta dan menemaniku saat akad, selain Pras, ada juga salah satu sabahatku yang lain lagi yang hadir yaitu Ony yang kebetulan memang kuminta sebagai fotograferku. tapi ini bukan kisah tentang Ony, mungkin di cerita lain bakal kuceritakan sosok Ony.
Banyak sekali temenku yang cukup dekat tapi yang ingin kuceritakan saat ini adalah Pras salah seorang sahabatku ini yang bisa dikatakan konco plek, bahkan istriku pun mengenal Pras, pernah sekali waktu aku makan di warung makan, dia tiba-tiba kirim pesan whatsapp kalo dia lagi di Surabaya mau mampir, kubilang aja “aku lagi keluar rumah” toh memang aku lagi diluar rumah, makan di gang depan, eh malah disamperin sampai setengah jam aku nungguin bahkan hujan-hujan ternyata dia dateng juga, akhirnya dia malah bayarin makananku hahaha, makasih masbrooo…
Sebagai seorang sahabat apakah kami pernah berselisih pendapat, pastinya cuman aku herannya ga bisa marah sama nih orang, ga tau juga kalo dia marah sama aku, tapi alhamdulillah kami sampai saat ini masih berhubungan baik, sekalipun aku sering membully dia yang udah kepala tiga ga nikah-nikah.
Oh ya, buat teman-teman yang lagi nyari jodoh, aku sangat merekomendasikan temanku yang satu ini. Dwi Prasetyo, sahabat sejati yang nggak tergantikan. Siapa tahu dia berjodoh dengan salah satu dari kalian. 🙂
Bagiku, sahabat adalah sosok yang melengkapi hidup. Mereka ada di saat suka dan duka, tanpa pamrih dan tanpa banyak alasan. Pras, makasih sudah jadi sahabat yang luar biasa!
Apa resolusimu tahun ini? aku biasanya ga pernah menulis resolusi, biasanya aku manjalani hari tanpa rencana, namun saat ini aku coba untuk melakukan sesuatu yang berbeda yaitu menulis resolusi di tahun 2025, apa itu? yang pertama yaitu berangkat umroh sekali lagi bersama istri dan keluarga besar, entah keluarga istri atau bersama keluargaku, walau tahun lalu sudah pernah berangkat umroh, rasanya ingin sekali kembali lagi kesana setiap tahunnya. Rasanya rindu sekali dengan suasana di kota madinah dan mekah, lebih tenang tidak diburu-buru kerjaan, tidak diburu-buru deadline. Untuk itu langkah yang mulai saya terapkan yang pertama tentu saja menaikkan income pemasukan, selain itu juga memanfaatkan “Jalur Langit” dengan sedekah setiap hari. aku juga akan mencoba melamar menjadi Tour Leader dari biro umroh siapa tau bisa keterima. Bahkan saat ini saya sendiri terdaftar sebagai agen dari biro perjalanan umroh dari Ahlan Travel Agency. Semoga ini menjadi jalan untuk mewujudkan resolusi ini
Sebelum resolusi berangkat umroh lagi tahun ini,aku sadar bahwa ibadahku masih perlu banyak perbaikan. Tahun kemarin aku sempet mengikuti kegiatan mengaji Al Qur’an di masjid Al-Falah setiap seminggu 2 kali setiap hari senin dan rabu bersama istri selepas sholat subuh namun rutinitas itu semoet terhenti di akhir tahun. Tahun ini aku juga ingin melanjutkan lagi mengaji Al Quran lagi di masjid Al-Falah atau di masjid yang lain, dan mencoba belajar konsisten membaca Qur’an setiap selesai sholat minimal 1 lembar setiap selesai sholat fardhu. selain membaca Al-Qur’an, ternyata sholatku selama ini masih berantakan. Berantakannya dimana? Memang selama ini sholatku nggak pernah bolong, tapi untuk Sholat berjamaah masih seringkali berantakan, bahkan kadang Adzan jam berapa sholatku jam berapa, mungkin karena ini aku jadi sering dibuat terlambat sukses oleh Allah, karena sholatku aja terlambat gimana mau sukses. Ada pepatah yang selalu terngiang ” Perbaiki Sholatmu, Allah akan Perbaiki Hidupmu”
Berikutnya yang menjadi resolusi tahun ini adalah memiliki stand/lapak atau tempat yang terpisah dari rumah untuk bekerja. Selama ini aku bekerja dirumah, mulai dari desain, finishing bahkan packing aku lakukan di rumah. Untuk ukuran aku serahkan sama Allah aja diberikan cukup besar alhamdulillah, Diberikan lebih besar lagi juga ga papa, tujuannya untuk menjaring pembeli baru di sekitaran wilayah petemon yeng terkenal dengan kampung percetakan. dan menambahkan lokasi di google maps supaya bisa mendapatkan review dari pelanggan, supaya bisa meningkatkan trust/kepercayaan sekaligus bisa meningkatkan omset. Langkah yang saya lakukan adalah pencari dan mencatat tempat yang dikontrakkan, mencoba menghubungi dan belajar bernegoisasi syukur syukur bisa kerjasama sewa stand gratis, atau sewanya bayar belakang, atau sewanya bisa bayar dicicil, yah semoga saja, ada lokasi yang cocok, dan harga yang sanggup aku bayar. Semoga Allah memudahkan jalanku dalam menemukan tempat yang cocok.
Selanjutnya resolusiku tahun ini adalah ingin memiliki seorang karyawan atau partner kerja yang sevisi dengan saya, syukur-syukur bisa desain jadi bisa menjadi tandem dan bantuan misal ada desain yang numpuk serta teman diskusi. Kenapa kok saya ingin punya karyawan atau partner, karena jika ingin usahamu ini cendol online bisa terus berkembang, maka kamu harus bisa memberi manfaat untuk orang lain, mungkin saat ini cendol online baru bisa memberi manfaat kepada para pelanggan, dan para suplyer, tapi karena belum memiliki karyawan, seluruh keuntungan hanya untuk aku pribadi dan kadang di sedekahkan untuk yang membutuhkan. jika cendol online memiliki karyawan, otomatis bisa memberi manfaat lebih untuk karyawan tersebut dan orang sekitarnya, seperti keluarga karyawan itu sendiri atau paling tidak sudah turut mengurangi angka pengangguran.
Kemudian yang ingin saya lakukan di tahun ini adalah tetap sehat dengan berolahraga minimal sesuai target yang ditetapkan oleh aplikasi di HP, tahun lalu aku akhirnya mencapai target 100x jalan kaki pada tangggal 28 Desember kemarin. Bulan oktober bahkan sempet 1 bulan Full sempurna tiap hari jalan kaki, aku ingin tahu ini semua target tiap bulan di aplikasi bisa terpenuhi. tentu saja tujuannya agar hiidup bisa lebih sehat. jadi ingat pada saat melakukan towaf dan sa’i pas umroh tahun lalu rasanya capek banget, mungkin karena kurang olahraga. apalagi saat itu sambil ndorong istri yang karena kondisi fisiknya lagi drop terpaksa thowaf sambil naik kursi roda. makanya tahun ini aku ingin lebih sehat. dan kembali berangkat umroh lagi menyempurnakan umroh tahun lalu, yang menurutku masih kurang.
Tanggal 28 Desember kemarin akhirnya tercapai juga 100 hari berjalan. Tahun lalu, dari 12 bulan challange hanya 8 bulan yang memenuhi target, bulan maret, april, juni, dan desember akhir tahun kemarin justru malah gagal memenuhi tantangannya.
Salah satu resolusi yang ingin terus aku lakukan tiap tahun adalah menulis, resolusiku tahun ini adalah ingin kembali menulis, menulis apapun, menulis opini yang terjadi di sekitar, menulis resolusi seperti ini, menulis cerita masa lalu buat mengenang perjalanan di masa silam, menulis pengalaman apapun. apalagi saat ini usiaku sudah menginjak kepala 4, aku ingin tulisan-tulisanku bisa dibaca oleh anak cucuku kelak. sykur-syukur anakku nanti juga mau menulis melanjutkan tulisan-tulisanku dan menjadi perjalanan sejarah dari sebuah keluarga. yah minimal menulis seminggu 1 kali aja.
Yang terakhir, sebenernya ini bukan Resolusi, tapi keinginan setelah menikah, yaitu memiliki seorang anak baik anak laki-laki atau anak perempuan buatku sama saja. yah usia pernikahanku tahun ini bulan mei nanti memang baru memasukin tahun ke 4, memang wajar kalo masih belum di karuniai seorang anak. tapi banyak juga keluarga yang baru menikah 1 tahun lalu istrinya mengandung, memang rejeki tiap keluarga berbeda-beda, ada yang baru menikah sudah diberikan momongan, ada yang puluhan tahun baru diberi rejeki anak oleh Allah. Tapi sebagai manusia kita diwajibkan untuk berusaha, berikhtiar.
Itulah yag terpikirkan saat ini untuk resolusiku tahun 2025, mungkin di perjalanannya nanti ada beberapa keinginan yang berbeda muncul, atau ada resolusi bakalan berubah yang sekiranya terlalu berat. kita lihat saja nanti.
Tahun 2024 menjadi tahun yang sangat berkesan, baik untukku pribadi maupun untuk istriku. Tahun itu menandai tiga tahun perjalanan rumah tangga kami. Aku masih ingat betul, pada tanggal 30 Mei 2021, kami menikah. Saat itu, usiaku sudah melewati angka 37 tahun — usia yang, bisa dibilang, terlalu matang bahkan terlambat untuk menikah menurut banyak orang. Target awalku adalah menikah di usia 27 tahun, tapi ternyata butuh waktu 10 tahun lebih hingga Allah mengabulkan keinginanku itu.
Namun, Allah memang selalu memiliki rencana terbaik. Ada hikmah di balik setiap penantian. Dan tahun 2024 menjadi bukti nyata dari kekuatan doa dan mimpi yang tak pernah padam.
Hadiah Terbesar di Tahun 2024
Di tahun ini, Allah memberiku hadiah yang luar biasa. Aku dan istriku diundang untuk menjadi tamu-Nya di Tanah Suci, Mekkah Al-Mukarramah. Selain itu, kami juga diberi kesempatan untuk berziarah ke makam Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam di Madinah Al-Munawwarah. Rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan — mimpi yang pernah aku panjatkan dalam doa, mimpi yang aku tuliskan dalam diam, bahkan dalam bentuk ucapan-ucapan kecil yang mungkin tak kusadari begitu berarti.
Aku teringat kembali pada doa seorang sahabatku tujuh tahun yang lalu, di tahun 2017. Saat itu, ia sudah lebih dulu diberi kesempatan untuk mengunjungi Ka’bah. Dalam doanya, ia menyebut namaku, memohon kepada Allah agar suatu hari aku juga diberi kesempatan yang sama. Dan ternyata, doa itu Allah kabulkan di waktu terbaik-Nya. Siapa sangka, doa yang dipanjatkan oleh seorang sahabat tujuh tahun lalu menjadi bagian dari perjalanan hidupku hari ini?
Doa yang Tercatat oleh Malaikat
Bukan hanya doa sahabatku, tetapi juga doaku sendiri yang pernah kutuliskan di media sosial dengan nada iseng. Saat itu, aku berharap bisa berangkat ke Tanah Suci bersama istriku. Masih jelas teringat, pada malam setelah akad nikah, aku berkata kepada istriku, “Aku ingin umroh dulu sebelum punya rumah. Paling tidak, tahun ke-3 pernikahan kita, kita bisa berangkat umroh. Tahun ke-5 baru kita punya rumah.”
Siapa sangka, ucapanku itu dicatat oleh malaikat dan benar-benar menjadi kenyataan. Tahun 2024, tepat di tahun ke-3 pernikahan kami, Allah memanggil kami ke Tanah Suci. Perjalanan yang tidak hanya menguatkan iman, tetapi juga mempertegas keyakinanku bahwa doa memiliki kekuatan luar biasa.
Jangan Pernah Meremehkan Kekuatan Doa
Perjalanan ini mengajarkanku satu hal penting: jangan pernah meremehkan kekuatan doa. Setiap doa, baik yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh maupun yang terucap dengan iseng, memiliki peluang untuk dikabulkan oleh Allah. Kita mungkin tidak tahu kapan dan bagaimana doa itu akan terwujud, tetapi satu hal yang pasti, Allah tidak pernah mengabaikan doa hamba-Nya.
Tahun 2024 telah berlalu, namun kenangannya akan terus hidup dalam hati kami. Perjalanan ini menjadi pengingat untuk terus bermimpi, terus berdoa, dan terus percaya pada rencana Allah. Apa pun yang kita harapkan, panjatkanlah dalam doa. Biarkan Allah yang mengatur waktunya.
Januari 2025 Semoga aku bisa terus menulis dan berbagi inspirasi.