Aku saat ini bekerja di dua perusahaan, kalo malam aku bekerja di perusahaan harian media cetak (koran) yang lumayan besar sebagai anak perusahaan dari perusahaan yang cukup besar karena memiliki banyak anak perusahaan diberbagai penjuru nusantara. Dan memiliki menejemen yang cukup baik walau hanya memiliki sekitar 70 karyawan. Sedang kalo siang karena aku cari sampingan, aku bekerja di sebuah perusahaan percetakan kecil berebentuk CV yang dimiliki seorang pengusaha bersama istrinya. kukatakan kecil karena karyawannya ketika aku mulai masuk 9 bulan yang lalu hanya berjumlah 7 orang yang kemudian menyusut jadi 3 orang.
Dua bulan yang lalu… aku di tugasi sebagai “manajer perencanaan” di sebuah perusahaan percetakan kecil itu. Kenapa kalimatnya ditugasi bukan diangkat atau di promosikan, karena sejatinya jabatan itu sebenarnya tak ada dan kemudian di buatlah jabatan itu karena si pemilik CV alias direkturnya atau Bosnya mulai enggan ngurusi perusahaanya itu lagi. Dia sekarang cuman inginnya tahu beres, tunggu laporan order dan keuangan aja. Bos mulai males ngurusin order masuk, mulai males ngurusi proses produksi, mulai males ngurusin biaya produksi, yang semakin lama semakin bikin pusing karena saking banyaknya order yang masuk dan biaya yang keluar. Intinya Bosku ini mulai jenuh dengan berbagai hal mengenai perusahaannya oleh karena itu karyawannya yang hanya 3 orang itu di jadikanlah manajer dimasing-masing bidangnya.
Aku yang selama ini “menjabat” sebagai seorang design graphic di tugasi untuk jadi menejer perencanaan, tugasnya meliputi terima order, design grafis (yang memang bagianku), sampai proses pracetak, sedang dua temenku yang lain di tugasi menjadi menejer marketing, dan manajer produksi, yang membidangi masing-masing pekerjaannya. Dari segi tanggung jawab terus terang makin berat, karena yang dulunya cuman terima bahan untuk didesign semenarik mungkin. Kini ditambah jadi Customer Service yang menerima klien yang mau bikin cetakan plus menentukan harga pada klien dan merencanakan anggaran biaya sekecil-kecilnya untuk proses produksi nantinya.
Dari dua perusahaan tempatku bekerja itu jauh sekali perbedaannya, kalo di tempatku kerja malam hari (perusahaan media cetak) yang namanya manajer itu dari segi fasilitas gaji dan kompensasi jabatannya bener-bener sesuai dengan tanggung jawab dan pekerjaannya. Sedang tempat kerjaku yang disiang hari itu, aku yang menjabat sebagai menejer, kerjanya memang bener menejer tapi kompensasi dari pekerjaan itu ga sesuai sama sekali dengan kerjaannya, bahkan kalo dibandingkan dengan kerja malamku yang ststusku sebagai staf biasa masih lebih besar kompensasinya, tapi tanggung jawabnya malah lebih besar sampinganku. So apa arti jabatan menejer di perusahaan kecil, kalo kompensasinya tidak lebih besar daripada karyawan biasa di perusahaan besar, dan ga sesuai dengan tanggung jawabnya…. capek deh…..
Tapi Alhamdulillah dibalik semua itu ternyata rejeki datang dari yang tidak disangka-sangka… Jadi mau mengeluh eh ternyata sudah dikasih duluan sama Allah, jadi aku ga mau ngeluh lagi deh… udah dikasih jabatan manejer, dikasih kerjaan dobel, eh masih ngeluh aja mau lo itu apa….(ditujukan untuk diriku sendiri lho ya) hehehe….
– vied –
yang sekarang jadi menejer