Tahun 2025 sudah berlalu, meninggalkan jejak harapan dan rencana yang sebagian besar masih tertunda. Aku sempat menuliskan banyak wishlist: berangkat umroh lagi, membuka stand usaha, menambah karyawan yang sevisi. Namun kenyataannya, belum ada yang benar-benar terwujud. Meski begitu, bukan berarti semuanya berhenti. Ada langkah-langkah kecil yang mulai terlihat.
Di usaha, aku sudah punya kandidat yang selama ini membantu di bagian finishing. Memang dia belum bisa desain, tapi itu bisa sambil belajar. Ada juga sepupu yang lumayan jago marketing, dan aku mulai berpikir untuk merekrutnya dengan sistem bagi hasil keuntungan sebelum masuk ke sistem gaji. Rasanya seperti puzzle yang mulai menemukan potongan-potongan baru, meski belum lengkap.
Tahun ini juga membawa tantangan lain: aku dan istri harus menjalani LDR. Sejak Desember kemarin, ia diterima bekerja di BPDLH selama 10 bulan. Itu berarti mobilitas kami Surabaya–Jakarta, entah aku yang ke Jakarta atau ia yang pulang ke Surabaya. Konsekuensinya, rencana memiliki momongan harus tertunda lagi. Tapi kami berdua sepakat, anak bukan prioritas jangka pendek. Fokus kami sekarang adalah membangun pondasi ekonomi keluarga: dana darurat, dana pensiun, dan kestabilan finansial. Usia kami memang masih produktif, aku 42 tahun dan istriku 40 tahun, tapi kami ingin menyiapkan masa depan sejak sekarang.
Menulis juga menjadi bagian penting dari perjalanan ini. Tahun 2025 aku hanya menulis 5 tulisan. Sedikit sekali dibandingkan harapanku yang ingin menulis minimal 1 tulisan per minggu. Maka di tahun 2026 aku menargetkan minimal 12 tulisan, satu tulisan setiap bulan. Aku punya blog ini untuk menampung tulisan-tulisan itu, dan aku tidak peduli apakah dibaca orang atau tidak. Tujuanku sederhana: mengabdi dan mengabadikan diri. Kalau ada yang membaca dan mendapat manfaat, itu bonus. Aku juga punya akun threads yang followernya ga seberapa, mirip X, interaksinya lumayan bagus, jadi bisa jadi tempat berbagi tulisan.

Olahraga, lagi-lagi, menjadi resolusi yang belum sempurna. Tahun lalu hanya 7 bulan aku berhasil memenuhi challenge di iPhone, padahal tahun 2024 ada 8 bulan. Targetku tahun ini minimal 8–10 bulan bisa konsisten. Aku juga punya hobi baru: berenang. Rasanya menyenangkan, sekaligus menambah semangat untuk hidup lebih sehat.

Di sisi religi, aku ingin memperbaiki lagi. Terakhir kali ikut belajar membaca Al-Qur’an ternyata tahun 2024. Tahun 2025 aku tidak sempat melanjutkan. Maka di tahun 2026 ini aku ingin kembali ikut ngaji di Masjid Al-Falah. Rasanya rindu duduk bersama jamaah selepas subuh, membuka mushaf, dan belajar pelan-pelan.
Begitulah perjalanan resolusi dari tahun lalu yang masih ingin aku capai tahun ini. Tidak semua berjalan sesuai rencana, tapi aku percaya setiap langkah kecil tetap berarti. Semoga di tahun 2026 ini, Allah memudahkan jalanku untuk mewujudkan apa yang sudah lama aku impikan.
Jadi apakah resolusimu tahun lalu sudah tercapai, tahun ini masih sama kah?