Posted in coretanku

Resolusi 2025

Apa resolusimu tahun ini? aku biasanya ga pernah menulis resolusi, biasanya aku manjalani hari tanpa rencana, namun saat ini aku coba untuk melakukan sesuatu yang berbeda yaitu menulis resolusi di tahun 2025, apa itu? yang pertama yaitu berangkat umroh sekali lagi bersama istri dan keluarga besar, entah keluarga istri atau bersama keluargaku, walau tahun lalu sudah pernah berangkat umroh, rasanya ingin sekali kembali lagi kesana setiap tahunnya. Rasanya rindu sekali dengan suasana di kota madinah dan mekah, lebih tenang tidak diburu-buru kerjaan, tidak diburu-buru deadline. Untuk itu langkah yang mulai saya terapkan yang pertama tentu saja menaikkan income pemasukan, selain itu juga memanfaatkan “Jalur Langit” dengan sedekah setiap hari. aku juga akan mencoba melamar menjadi Tour Leader dari biro umroh siapa tau bisa keterima. Bahkan saat ini saya sendiri terdaftar sebagai agen dari biro perjalanan umroh dari Ahlan Travel Agency. Semoga ini menjadi jalan untuk mewujudkan resolusi ini

Sebelum resolusi berangkat umroh lagi tahun ini,aku sadar bahwa ibadahku masih perlu banyak perbaikan. Tahun kemarin aku sempet mengikuti kegiatan mengaji Al Qur’an di masjid Al-Falah setiap seminggu 2 kali setiap hari senin dan rabu bersama istri selepas sholat subuh namun rutinitas itu semoet terhenti di akhir tahun. Tahun ini aku juga ingin melanjutkan lagi mengaji Al Quran lagi di masjid Al-Falah atau di masjid yang lain, dan mencoba belajar konsisten membaca Qur’an setiap selesai sholat minimal 1 lembar setiap selesai sholat fardhu. selain membaca Al-Qur’an, ternyata sholatku selama ini masih berantakan. Berantakannya dimana? Memang selama ini sholatku nggak pernah bolong, tapi untuk Sholat berjamaah masih seringkali berantakan, bahkan kadang Adzan jam berapa sholatku jam berapa, mungkin karena ini aku jadi sering dibuat terlambat sukses oleh Allah, karena sholatku aja terlambat gimana mau sukses. Ada pepatah yang selalu terngiang ” Perbaiki Sholatmu, Allah akan Perbaiki Hidupmu”

Berikutnya yang menjadi resolusi tahun ini adalah memiliki stand/lapak atau tempat yang terpisah dari rumah untuk bekerja. Selama ini aku bekerja dirumah, mulai dari desain, finishing bahkan packing aku lakukan di rumah. Untuk ukuran aku serahkan sama Allah aja diberikan cukup besar alhamdulillah, Diberikan lebih besar lagi juga ga papa, tujuannya untuk menjaring pembeli baru di sekitaran wilayah petemon yeng terkenal dengan kampung percetakan. dan menambahkan lokasi di google maps supaya bisa mendapatkan review dari pelanggan, supaya bisa meningkatkan trust/kepercayaan sekaligus bisa meningkatkan omset. Langkah yang saya lakukan adalah pencari dan mencatat tempat yang dikontrakkan, mencoba menghubungi dan belajar bernegoisasi syukur syukur bisa kerjasama sewa stand gratis, atau sewanya bayar belakang, atau sewanya bisa bayar dicicil, yah semoga saja, ada lokasi yang cocok, dan harga yang sanggup aku bayar. Semoga Allah memudahkan jalanku dalam menemukan tempat yang cocok.

Selanjutnya resolusiku tahun ini adalah ingin memiliki seorang karyawan atau partner kerja yang sevisi dengan saya, syukur-syukur bisa desain jadi bisa menjadi tandem dan bantuan misal ada desain yang numpuk serta teman diskusi. Kenapa kok saya ingin punya karyawan atau partner, karena jika ingin usahamu ini cendol online bisa terus berkembang, maka kamu harus bisa memberi manfaat untuk orang lain, mungkin saat ini cendol online baru bisa memberi manfaat kepada para pelanggan, dan para suplyer, tapi karena belum memiliki karyawan, seluruh keuntungan hanya untuk aku pribadi dan kadang di sedekahkan untuk yang membutuhkan. jika cendol online memiliki karyawan, otomatis bisa memberi manfaat lebih untuk karyawan tersebut dan orang sekitarnya, seperti keluarga karyawan itu sendiri atau paling tidak sudah turut mengurangi angka pengangguran.

Kemudian yang ingin saya lakukan di tahun ini adalah tetap sehat dengan berolahraga minimal sesuai target yang ditetapkan oleh aplikasi di HP, tahun lalu aku akhirnya mencapai target 100x jalan kaki pada tangggal 28 Desember kemarin. Bulan oktober bahkan sempet 1 bulan Full sempurna tiap hari jalan kaki, aku ingin tahu ini semua target tiap bulan di aplikasi bisa terpenuhi. tentu saja tujuannya agar hiidup bisa lebih sehat. jadi ingat pada saat melakukan towaf dan sa’i pas umroh tahun lalu rasanya capek banget, mungkin karena kurang olahraga. apalagi saat itu sambil ndorong istri yang karena kondisi fisiknya lagi drop terpaksa thowaf sambil naik kursi roda. makanya tahun ini aku ingin lebih sehat. dan kembali berangkat umroh lagi menyempurnakan umroh tahun lalu, yang menurutku masih kurang.

Tanggal 28 Desember kemarin akhirnya tercapai juga 100 hari berjalan.
Tahun lalu, dari 12 bulan challange hanya 8 bulan yang memenuhi target, bulan maret, april, juni, dan desember akhir tahun kemarin justru malah gagal memenuhi tantangannya.

Salah satu resolusi yang ingin terus aku lakukan tiap tahun adalah menulis, resolusiku tahun ini adalah ingin kembali menulis, menulis apapun, menulis opini yang terjadi di sekitar, menulis resolusi seperti ini, menulis cerita masa lalu buat mengenang perjalanan di masa silam, menulis pengalaman apapun. apalagi saat ini usiaku sudah menginjak kepala 4, aku ingin tulisan-tulisanku bisa dibaca oleh anak cucuku kelak. sykur-syukur anakku nanti juga mau menulis melanjutkan tulisan-tulisanku dan menjadi perjalanan sejarah dari sebuah keluarga. yah minimal menulis seminggu 1 kali aja.

Yang terakhir, sebenernya ini bukan Resolusi, tapi keinginan setelah menikah, yaitu memiliki seorang anak baik anak laki-laki atau anak perempuan buatku sama saja. yah usia pernikahanku tahun ini bulan mei nanti memang baru memasukin tahun ke 4, memang wajar kalo masih belum di karuniai seorang anak. tapi banyak juga keluarga yang baru menikah 1 tahun lalu istrinya mengandung, memang rejeki tiap keluarga berbeda-beda, ada yang baru menikah sudah diberikan momongan, ada yang puluhan tahun baru diberi rejeki anak oleh Allah. Tapi sebagai manusia kita diwajibkan untuk berusaha, berikhtiar.

Itulah yag terpikirkan saat ini untuk resolusiku tahun 2025, mungkin di perjalanannya nanti ada beberapa keinginan yang berbeda muncul, atau ada resolusi bakalan berubah yang sekiranya terlalu berat. kita lihat saja nanti.

Jadi apa resolusim tahun 2025?

Posted in coretanku

My Blog Im Sorry

Tanpa terasa, saat aku buka blog ini ada notifikasi dari WordPress yang mengucapkan selamat karena sudah 6 tahun aku menggunanakan layanan blog darinya. walaupun dalam perjalanannya aku hampir samasekali tak pernah menengoknya. aku mengenal Blog 6 tahun lalu saat rame-ramenya blog bisa menghasilkan uang. Tapi aku yang awalnya juga menginginkan itu dari blog ternyata wordpress memberikan ruang yang lain ruang yang membebaskan aku bercerita apapun.bercerita tentang kegelisahan kegembiraan atau hanya sekedar menyadur informasi dari situs lain. maaf…. sekali lagi maaf aku sangat jarang berkunjung ke blog ini padahal nih blog adalah sarana curhatku yang paling tepat.

1 karena jarang pengunjung yang kedua semua tulisanku yang disini menggambarkan perjalananku mulai dari titik nol, sejak 6 tahun yang lalu aku mengenal blog.

Tulisan tersebut terakhir tahun 2013

Dan sekarang aku ingin melanjutkan tulisanku lagi. Saat ini desember 2018 yang artinya sudah 5 tahun sejak tulisan ini dibuat dan berarti aku memulai nulis di wordpress sudah 11 tahun… waw… apa yang telah terjadi setelah 11 tahun aku melupakan tentang menulis, apakah aku sudah jauh berkembang dalam berfikir atau justru aku semakin jauh tertinggal dengan teman temen yang baru memulai menulis.

Buatku menulis hanya sebagai pelarian, ya pelarian. Bagi seorang wartawan menulis sama seperti mencari uang, tidak menulis tidak bisa makan, bagi sebagian orang menulis adalah cara menyampaikan pendapat terserah mau dibaca orang atau tidak, mau di terima orang atau tidak. Bagi seorang entrepreneur menulis adalah jejak, yaitu jejak dia menuliskan mimpi, menuliskan ide dan gagasan hingga menjadi sesuatu yang memberi nilai jual.

Tapi bagiku menulis adalah sebuah pelarian dimana aku bisa menulis banyak hal, mulai yang konyol dan absurd sampai yang serius menjurus ideologi cara berfikir kapitalis yang hanya memikirkan keuntungan.

So, I’m really sorry

Posted in coretanku

Kejutan Kecil untuk Kakak Les

image
Selamat kak qowy...

Siang itu aku asyik bermain dengan teman teman gang 3 ketika kakak-kakak Les datang ke tempat kami. Ya, kami memanggilnya kakak les, kakak-kakak dari save street child surabaya ( uh.. susahnya mengeja ) yang biasa mengajari kami tiap hari selasa dan kamis. Hari itu hari minggu, nggak biasanya kakak-kakak les hari minggu datang, kukira ada kegiatan belajar, tapi ternyata tidak. Hari itu yang datang ada kak saad, kak ira, kak reny, kak mee,mas roy dan kak puspita yang datang terlambat. Mereka menyuruh kami membuat tulisan ucapan selamat untuk wisuda-nya kak Qowy. Aku ga tahu apa itu “wisuda” yang aku tahu untuk ucapan selamat kak Qowy.

Setelah tulisan ucapan kami untuk kak Qowy selesai, kami diajak oleh kakak-kakak les menuju tempat Kak Qowy dengan naik motor. Waktu itu yang ingin ikut banyak seperti mbak putri dan mbak nikita juga pengen ikut, tapi karena ga muat hanya 8 anak yang diajak. Dimas, aldo, putra, arya, riana, amel, keysha, dan karin.

Sampai di tempat mbak qowy, kami sempet mutar-mutar cari tempat parkir. Wah rame banget, ada yang jual bunga, ada yang jual minuman dingin, setelah ku tahu, oh ini toh tempatnya kak qowy di wisuda. Tiba di sana kami gak langsung ketemu kak qowy. Kami masih mencarinya ditengah ribuan orang yang diwisuda dan keluarganya yang hadir.

Kak Saad dan Mas Roy masuk ke dalam untuk nyari Kak Qowy di tengah kerumunan orang sementara kami menunggu di depan. Gak berapa lama kak Saad dan Mas Roy datang mengajak kami ke tempat foto dan disitu kita foto-foto bareng, “Selamat buat Kak Qowy yang udah jadi Sarjana, doakan semoga kami juga bisa seperti Kak Qowy”.

Foto-foto ga hanya di luar kami pun masuk ke ruangan tempat kak qowy di wisuda. Di situ kami juga foto-foto sambil bermain kejar-kejaran, ga lama mas roy menyuruh kami mengumpulkan tutup botol air mineral untuk di jadikan prakarya katanya.

image
Ini adalah hasil tutup botol yang berhasil kami kumpulkan untuk prakarya hero hore

Kami di suruh mengumpulkan tutup botol, dan yang paling banyak ngumpulkan tutup botol ditraktir minum es sama mas roy dan ternyanta pemenangnya adalah putra karena berhasil mengumpulkan 62 tutup botol sedang arya berhasil mengumpulkan 60 tutup botol, aldo berhasil mengumpulkan 45 tutup botol sedang aku hanya berhasil mengumpulkan 25 tutup botol.

Setelah selesai dari tempat kak Qowy kami di ajak makan-makan sama kakak lesnya yang traktir kak Saad, terima kasih kak Saad semoga rejekinya lancar. Dan hari minggu ini pun cukup membuatku senang. Semoga kakak-kakak Lesnya tidak bosan dengan kami dan mau terus mengajar di Ambengan batu.

Dari Anak Merdeka Ambengan Batu

Posted in coretanku

buka hatimu (arsip catatan dari Fb)

Yup seperti lagunya armada band….,

Aku sering di suruh seorang temen untuk membuka hatiku terhadap semua temen yang deket dengan aku, agar aku tak sendirian terus… alias menjomblo, agar ada yang sedikit “ngurusin” katanya. Tapi… ternyata itu ga mudah walau aku mencoba untuk beberapa kali berkenalan dengan berbagai temen wanita usulan temen namun hatiku rasanya masih terikat dengan seseorang yang jelas-jelas menolakku dengan alasan klisye “aku menganggapmu sebagai kakak”…

its oke….

but I don’t believe…., dengan apa yang kudengar dari tetangganya yang juga temanku. Biasanya aku selalu mendengar kabar itu dari dia, tentang pekerjaan, temen baru, dosen yang menjengkelkan bahkan temen yang diam-diam menyukainya namun dia sengaja mempermainkannya… biasanya aku selalu tahu kabar itu bukan dari orang lain, tapi kenapa untuk urusan yang satu ini dia ga carita padaku. Aku tahu… mungkin dia melakukan ini agar tak menyakitiku, tapi justru aku merasa…

Buka Hatimu….

Yup mungkin sudah saatnya aku membuka hati, terutama untuk perempuan-perempuan yang baik yang ada di sekitarku, walau untuk memulainya itu cukup sulit. Aku mencoba untuk suka seseorang tapi kok kayaknya nggak ngrespon ya…. apa pedekate-ku yang salah atau aku terlalu menganggap teman terhadapnya jadi seperti just friend. Walau kadang aku pengen memberi perhatian labih tapi aku ga pengen terlalu mencolok kalo aku suka dengan seseorang itu (kalo gitu gimana “dia” bisa tahu perasaanmu…) hehehe… yah biarlah

air tetap mengalir, walau sedikit berharap…

But I believe…

Jika Allah telah menentukan jodohku, aku takkan mampu untuk mengulurnya adan aku juga tak kan mampu untuk mempercepatnya sekalipun aku bersikeras, so usaha sudah pasti karena ini juga salah satu kewajiban, tapi bila belum dipertemukan ya… tunggu saja sambil berikhtiar sambil berdo’a….

-roy febrianto-

Posted in coretanku

“formalitas” I dont like

Kemeja necis, plus celana kain yang rapi, sepertinya jauh dari diriku, yup… I dont like it, entah kenapa aku ga suka sekali dengan penampilan yang padahal itu membantu penampilanku. Aku lebih suka pakai kaos oblong dan celana jeans yang menurutku lebih enjoy dan apa adanya. Dan untungnya aku bekerja di perusahaan yang tidak menuntut penampilan, melainkan skil dan tanggung jawab yang besar maklum dunia kreatif hehehe… ya aku bekerja di bidang kreatif sebagai seorang desainer graphic. Sehari hari aku kekantor pake kaos oblong plus celana jeans andalanku dan yang terpenting lagi… kami bekerja bukan berdasarkan waktu melainkan lebih kejam dari itu jaitu deadline, aku biasa tidur didepan tv jika nggak ada kerjaan namun aku harus siap bagadang 2hari dua malam jika itu sudah mendekati deadline… hehehe ngeri ya….

Entah kenapa aku ga suka sesuatu yang formalitas seperti harus datang jam 8 pagi harus pulang jam 5 sore sebab, aku kalo dikantor bisa lebih lama dari itu… namun jika aku lagi dirumah paling males untuk keluar apalagi hanya untuk mengejar absen…

Jadi inget sama steve job ( semoga bisa ketularan sukses ) saat aku liat film pirate of silicon valley dimana seorang pendiri aplle ternyata orangnya ga jauh beda dengan aku yang suka slenge’an (bahasa opo kuwi-suka seeneknya aja) disitu ternyata si steve ke kantornya juga pake kaos oblong dan celana pendek selutut. Juga bill gates baru make jas saat mau ketemu petinggi IBM bahkan sampai harus ngompas ( bahasa opo maneh) dasi punya orang yang di kamar mandi.

Mungkin sudah mendarah daging dari kecil aku tak bisa tepat waktu dalam hal apapun, boleh dibilang aku ini manusia karet kayak Lufie….

Posted in coretanku

Hore Badanku Naik…

Hehehe…. seperti anak kecil aja ya… tapi itulah yang ada di hatiku saat ini kegembiraanku saat berat badanku mulai naik. Terakhir aki chek up hari selasa kemarin beratku sudah medekati 50 kg, mudahan targetku untuk naik menjadi 55-60 kg plus bisa naik tangga tanpa batuk atau sesak napas harus terpenuhi. Karena sejak beberapa bulan yang lalu saat aku drop dan masuk rumah sakit berat badanku trun drastis hanya 35 kg. Yup hanya segitu… jika diukur dari tinggi badanku yang 167 cm berat badan yang ideal untukku adalah 55-60kg, jadi aku bener-bener keliatan kurus banget. Tulang pipi sampai keliatan, bajuku yang dulu presbody sekarang longgar semua kaya orang kedodoran. Celanaku yang dulu aku sering pake tanpa ikat pinggang sekarang kedodoran dan jika aku ga pake ikat pinggang bener-bener mlorot tuh celana.

Aku sampai malu jika ketemu temen-temen yang lain dan ditanya “kamu sakit ya? Kurus betul badanmu kayak orang nyabu… ? hehehe secara aku kan belum pernah sama ekali ngerasain barang haram itu… akirnya sambil ngeles kujawab aja lagi diet hehehe… atau dietku berhasil. Soalnya ku ga ingin membuat orang-orang di sekitarku merasa kasihan sama aku. Sebab aku paling ga suka dikasihani. Aku paling ga suka cerita penderitaanku sama orang lain, aku inginnya curhat cuman sama satu Yaitu Allah karena hanya Dia yang bisa mengatasi berbagai kesulitan yang aku hadapi sedang manusia selain kasihan paling hanya mberi support, tapi itupun sebenernya cukup untuk menambah semangat kita agar bisa bangkit dari kesulitan dan tidak larut dalam masalah.

-vied-
Lagi suka nyemil pengen naikin berat badan biar sehat seperti semula

Posted in coretanku

Nenekku Pahlawanku

Aku memang sudah tak memiliki kedua orang tua tapi aku justru masih memiliki seorang nenek yang sehat bugar, bahkan untuk melakukan perjalanan jauhpun nenekku bias sendirian. Dia masih ingat jalur angkutan kota mau kemana turun dimana. Aku yang sebagai cucunya saja kadang kalau mau naik angkot saja mikir dua kali karena aku masih belum hapal jalur-jalur angkot, aku lebih suka naik kendaraan pribadi yang bisa membuatku menentukan jalurku sendiri ketimbang naik angkot.

mas arisKemarin nenekku datang kerumah, sendirian aku cukup kaget dia berangkat sendirian. Memang sih jarak dari Waru Sidoarjo tempat nenekku tinggal bersama bibiku dengan tempat tinggalku di Surabaya tidak terlampau jauh tapi untuk ukuran nenekku yang sudah berumur menurutku sudah terlalu jauh untuk melakukan perjalanan seorang diri. Akupun jika disuruh ke sidoarjo tempat nenekku tinggal, berangkat sendiri naik angkot bingung naik apa turun dimana. Kalo ga bertanya sama sang sopirnya mungkin aku bakal tersesat. Tapi bibiku lumayan khawatir juga takut nenek tersesat, berapa kali dia telepon adikku untuk memastikan bahwa nenek sudah sampai atau belum, selamat sampai tujuan atau malah tersesat entah dimana.

Ingin sekali aku nanti sampai tua bisa seperti beliau, kemana-mana bisa sendirian tidak tergantung sma anak dan mampu melakukan sesuatu yang berarti hingga di usia senja.

-Vied-

Posted in coretanku

I dont know, what happen with me?

I lost the spirit,

ya aku kehilangan semangat…
mungkin karena kesehatanku yang agak terganggu, karena aku ga bisa melakukan apa yang aku ingin lakukan. Jika aku paksa untuk melakukannya konsekwensinya aku akan benar-benar ga akan bisa melakukan apa-apa lagi untuk selamanya.

separah itukah…?
Ga juga sih, cuman yang bikin aku kehilangan semangat adalah semua yang aku miliki perlahan-lahan hilang dari hadapanku. Apapun yang dulu dikatakan mustahil untuk bisa melakukan aku selalu bisa melaluinya. Bahkan aku sering memberi motivasi kepada temen-teman agar tidak mudah menyerah. Dan setiap aku ketemui mereka yang menurutku telah berhasil melalui kesulitan, mereka selalu bilang “bener kata-katamu”, ternyata mereka mendengarkan ucapanku.

But now..
sepertinya aku yang berada di posisi mereka saat ini. Kadang aku berfikir apa yang harus aku lakukan, agar aku bisa bangkit. kadang aku tak bisa mengingat apa yang kukatakan pada temen-temanku hingga mereka bisa melalui kesulitan mereka.

-vied-
mencoba untuk bangkit

Posted in coretanku

bad news

Entah kenapa bulan ini aku banyak sekali mendapat kabar buruk dari lingkungan sekitar, mulai dari diri sendiri yang kehilangan “tunggangan kesayangan” di awal bulan, lalu kemudian temen seperjuangan baru saja jatuh di serempet orang sampai mulutnya terluka  dan mengalami beberapa jahitan, kemarin aku mendapat kabar dari temenku yang ada di luar kota, katanya sih baru saja kehilangan laptop kesayanganya yang berisi beberapa data penting yang akan dijadikan buku, dan tadi aku baru saja mendengar temenku baru saja “diresign” dari pekerjaannya entah kenapa dan meminta tolong padaku untuk mencarikan pekerjaan….

what’s this?

apakah ini peringatan untukku, agar selalu, selalu dan selalu bersyukur terhadap apa yang diberikan Allah padaku dan teman-temanku, ataukaah ada sesuatu yang salah dalam diri kami hingga Ia memngingatkan agar kami ingat pada-Nya…, atau bakal ada peningkatan yang dahsyat ada diri kami, jika kami mampu bersabar dalam menghadapi dan mensikapi apa yang terjadi. Kalo aku sendiri sih Alhamdulillah tidak terlalu pusing, entah kenapa sekelilingku ada orang-orang tercinta yang membantuku hinga aku dapat mengatasi ksesulitan ini dengan mudah. Mudahan mereka pun dapat menghadapi kesulitan ini dengan sabar.

Why?

aku pernah berfikir mungkin karena sedikit terbesit pikiran buruk yang akan terjadi padaku beberapa waktu lalu mambuat hal itu benar-benar terjadi, untuk itu aku tak ingin lagi berfikir buruk, karena Allah akan mengabulkan prasangka kita, so think positif  aja kaliya…. ambil hikmahnya dan yakin bahwa kita akan mendapat sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya karena di balik kesulitan pasti ada jalan jika kita percaya dan tidak putus asa…

Posted in coretanku

Transfer Ilmu

Sabtu kemarin, aku disuruh mengisi materi tentang desain dan perwajahan halaman di salah satu kampus swasta di samarinda. Tepat pukul 09.00 kakakku memintaku untuk mengisi acara di kampus tersebut tentang materi yang memang menjadi kerjaanku sehari-hari. Sebenarnya sih bukan masalah jika meminta jauh hari sebelumnya, tapi ini untuk acara jam 11.00. Yup, hanya 2 jam persiapanku untuk mengumpulkan materi plus menyiapkan mental untuk berbicara di depan para mahasiswa yang biasanya kritis…

Kalo untuk kakaku sih mungkin bukan hal yang sulit karena dia sudah biasa mengisi materi tentang jurnalistik. Aku tahu karena banyak sekali plakat dan piagam penghargaan yang menghiasi rumahnya yang isinya rata-tara ucapan terima kasih telah mengisi acara-acara tersebut. Namun untukku walau bukan yang pertama tapi cukup membuatku sedikit tegang karena belum terbiasa untuk bicara di depan audiens tapi didepan monitor komputer alias chating hehehe…

Aku masih ingat ketika pertama kali bicara didepan umum, saat itu aku bicara di depan anak-anak kelas 1 saat menjadi panitia di acara mos di smu dulu, ketika mau bicara suara ini hilang entah kemana sampai akhinya partnerku yang mengambil alih, jika ingat itu jadi malu afwan ya rin…

Nah kembali ke acara kemarin, karena itu bukan pertama kalinya aku bicara didepan umum plus aku juga bukan anak sma lagi yang masih lugu bingung harus ngapain so waktu yang tersisa kugunakan untuk browsing tentang materi yang akan disampaikan, toh kalaupun ada pertanyaan pasti tak jauh-juh dari apa yang kukerjakan sehar-hari. Akhirnya setelah sampai di kampus untungnya acaranya agak molor setengah jam jadi aku masih diberi kesempatan oleh Allah untuk mempersiapkan mentalku. Alhamdulillah aku dapat melewatinya dengan baik, entah apakah cukup baik bagi mahasiswa yang mendengarkan. Yang pasti aku sudah melakukan yang terbaik. tidak seperti aku yang saat sma dulu hehehe…

Entah kenapa setiap ada acara seperti itu selalu aku yang ditunjuk untuk maju, seperti halnya ketika ada anak baru yang mau bekerja sebagai layout, selalu aku yang disuruh training, padahal aku ga jago-jago amat. mungkin temen-temenku kurang bisa dalam mentransfer ilmu, kurang bisa komunikatif untuk mengajari sekalipun dia lebih jago. Bahkan kemarin aku sempet mau dikirim ke bontang hanya untuk melatih anak layout karena disana sudah terbit harian baru bontang post tapi untuk mengerjakan layout halaman utama masih dikerjakan di balikpapan dan samarinda karena tenaga layout disana dirasa masih belum mampu. Aku juga sering kali mendapat komentar dari anak2 PSG yang sering magang di kantor, katanya aku lebih baik ngajarnya ketimbang guru mereka dikelas chie… jadi GE-ER bisa melayang nih… hehehe…

Ternyata transfer ilmu itu tidak mudah ( kalo mudah apa gunanya FKIP hehehe…) buktinya untuk training seseorang aja temen-temenku angkat tangan walau hanya sekedar mengajari apa yang biasa dikerjakan. Seorang guru aja kadang ada yang disukai oleh murid ada yang tidak kerena cara menyampaikan materi yang dirasa kurang sesuai dengan yang diinginkan sang murid. Seorang dai saja ada yang memiliki masa banyak ada juga yang hanya segelintir karena cara penyampaiannya yang kurang komunikatif. Sejak kejadian kemarin aku mulai berfikir untuk kembali belajar berbicara di depan umum lagi walau yang kuhadapi sehari-hari hanya komputer.

Jadi inget hadist nabi yang mengatakan: Rasulullah SAW bersabda : Apabila wafat seorang hamba (manusia) maka terputuslah segala amalannya kecuali 3 perkara: shodaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang salih yg mendoakannya. (HR Muslim), Karena aku belum terlalu kaya jadi amal jariahku mungkin sebatas kemampuanku, dan aku juga masih bujang masih belum memiliki anak soleh yang dapat mendoakan aku, doakan ya semoga cepet nikah plus dapat anak yang soleh agar dapat mendoakanku nantinya hehehehe…. Jadi hanya ilmu yang kukuasai ini semoga bermanfaat walau ilmu desain bukan ilmu agama dan mudahan bisa berdakwah lewat desain amin….

apakah kamu sudah sanggup mentransfer ilmu kalian…?