Posted in inspirasi

Kisah di Balik Angka: Perjalanan Bisnis dengan Hati dan Loyalitas Pelanggan

Tahun 2017, aku memutuskan untuk membuka usaha sendiri dengan nama brand “Cendol” kepanjangan dari jasa yang kujual yaitu “cetak n desain online” dari segi nama itu sudah aku utak-atik bahkan sejak 2015 aku buat akun instagramnya, bahkan posting logo pertama di tanggal 13 Oktober 2015 tepat 10 tahun yang lalu, dari 2015 hingga 2017 belum mikir untuk nyatat pelanggan, jadi di pelanggan yang tercatat itu sejak tahun 2017 yang hanya 58 orang.

Sebagian masih teman sendiri, sebagian lagi datang karena penasaran. Aku nggak tahu apakah mereka akan kembali lagi di nantinya — yang aku tahu cuma satu hal: aku harus melayani sebaik mungkin. Tahun 2018, jumlahnya naik sedikit jadi dari tahun sebelumnya 58 orang menjadi 63 orang. Masih belum banyak, tapi setiap pesanan terasa berarti. Setiap desain yang aku kirim, setiap cetakan yang aku antar, selalu aku anggap ujian kecil: apakah mereka akan percaya lagi di proyek berikutnya?

Lalu, 2019 datang dengan kenyataan yang nggak enak. Jumlah pelanggan turun drastis — hanya 32 orang yang memesan sepanjang tahun. Rasanya seperti mundur beberapa langkah. Tapi di situ aku belajar: bisnis bukan sekadar ramai order, tapi tentang siapa yang tetap percaya meski dunia sedang sepi.

Masuk tahun 2020, justru di tengah pandemi, semuanya berubah. Entah karena banyak yang mulai jualan, entah karena komunikasi digital makin aktif, pelanggan melonjak jadi 79 orang. Aku mulai sadar, pelayanan yang tulus bisa menembus jarak.

2021 sempat turun lagi, hanya 43. Mungkin karena kondisi ekonomi belum pulih penuh.
tahun itu aku juga baru saja menikah, dan aku bekerja dari depok, dan jakarta, jadi mungkin pelangganku tau aku ga bisa ngerjakan projeck cetak dan desain dari jauh, padahal. walaupun aku posisi di luar kota, aku punya tim yang bisa bantu handle. Tapi di situ aku justru memperkuat pondasi dan membuatk sistem kerja, komunikasi, dan cara menjaga pelanggan lama.

Dan benar saja — di 2022, hasilnya terasa luar biasa. Naik dua kali lipat lebih: 101 pelanggan. Tahun itu jadi turning point. Pelanggan lama balik lagi, bawa teman baru.
Aku nggak cuma jual produk desain dan cetak, tapi mulai membangun hubungan.

2023 dan 2024, jumlah pelanggan stabil di atas 100 orang per tahun. Itu bukan sekadar angka, itu bukti kalau bisnis kecil pun bisa tumbuh lewat pelayanan yang konsisten, komunikasi yang hangat, dan rasa percaya yang dijaga.

Padahal akun bisnis ini kecil saja. Sejak 2017, hingga sekarang pengikutku di media sosial cuma 447 orang. mungkin karena aku jarang psting story kali yah, hanya sesekali posting feeds. Nggak viral, nggak heboh juga, tapi dari sanalah muncul pelanggan-pelanggan yang loyal. Aku belajar bahwa yang penting bukan seberapa banyak orang melihatmu, tapi seberapa dalam kamu melayani orang yang sudah percaya.

Sekarang 2025 belum selesai, tapi sudah ada 91 pelanggan yang datang.
kebanyakan wajah lama yang rasanya sudah seperti keluarga. Aku nggak lagi sekadar mencatat order, aku mencatat cerita dan kepercayaan yang mereka berikan.

Bisnis kecilku mungkin belum besar, tapi aku bangga karena tiap angka di tabel itu punya nama, punya cerita, dan punya kenangan.

Bisnis bukan soal cepat viral atau ramai sesaat. Tapi soal bagaimana membuat orang mau datang lagi. karena mereka tahu, di tempatmu, pelayanan bukan cuma transaksi.
Itu tentang trust, care, dan commitment yang tumbuh pelan-pelan, tapi pasti.

tulisan ini aku tulis 21 Okt 2025, sebagai pengingat 10 tahun perjalananku membangun bisnis, 8 tahun aku mulai mencoba jalan sendiri, karena dari 2015-2017 awal aku masih tercatat sebagai karyawan primaprint. (*)

Posted in inspirasi

Cerita Senin Inspirasi

Senin kemarin aku bikin konten tentang seputar inspirasi. Kenapa membahas soal inspirasi? Karena biasanya hari Senin adalah hari yang cukup dibenci para karyawan untuk memulai aktivitas. Bahkan, ada ungkapan yang cukup terkenal, “I don’t like Monday, but I like money.” Ungkapan ini menggambarkan betapa beratnya memulai minggu baru setelah akhir pekan yang menyenangkan.

Aku paham betul perasaan itu. Rasa malas, berat hati, bahkan kadang muncul rasa cemas menghadapi deadline yang menumpuk. Tapi aku percaya, setiap awal adalah kesempatan untuk memulai sesuatu yang lebih baik. Kalau kita terus mengeluh soal hari Senin, rasanya minggu itu jadi terasa lebih panjang dan berat. Maka dari itu, aku mencoba menghadirkan konten yang memberi semangat dan mengubah sudut pandang tentang hari Senin.

Konten Senin Inspirasi ini aku buat untuk membantu orang-orang mengisi hari pertama mereka dengan hal-hal yang positif. Aku percaya, inspirasi tidak melulu datang dari hal-hal besar. Kadang, hal sederhana seperti cerita pengalaman, kutipan bijak, atau ide kreatif bisa memantik semangat yang luar biasa. Di konten kemarin, aku membagikan cerita tentang Johanes Guttenberg bagaimana dia menciptakan awal mula mesin cetak yang merevolusi dunia.

ada kutipan yang sangat berarti bagiku: “Monday is a fresh start, a chance to set a new tone for the week.” Kutipan ini mengingatkanku bahwa meskipun hari Senin terasa berat, sebenarnya hari ini adalah peluang. Peluang untuk memulai sesuatu yang lebih baik, mencoba hal baru, dan menyelesaikan pekerjaan yang tertunda.

Selain itu, aku mengajak followersku untuk melihat Senin sebagai kesempatan. Kalau kita mengubah cara pandang, hari ini bisa jadi momen yang paling berarti. Bayangkan, kalau kita memulai minggu dengan energi positif, ada kemungkinan besar sisa minggu itu akan berjalan lebih lancar. Sebaliknya, kalau kita awali dengan keluhan, minggu itu akan terasa lebih sulit.

Aku harap dari konten ini Ada yang terinspirasi untuk membuat rutinitas pagi baru, ada yang mencoba menulis jurnal syukur, dan ada pula yang sekadar mencoba tersenyum di pagi hari meskipun masih mengantuk.

Tentu, aku tidak berharap semua orang langsung menyukai Senin. Tapi kalau konten ini bisa membuat satu orang saja merasa lebih baik, itu sudah cukup bagiku. Karena itulah tujuan dari Senin Inspirasi—menginspirasi, meski hanya sedikit, agar hari-hari kita bisa lebih berarti.

Bagiku, inspirasi adalah energi. Semakin sering kita berbagi, semakin besar dampaknya. Jadi, kalau kamu membaca ini dan merasa hari Senin berat, coba tanyakan pada dirimu: apa yang bisa aku lakukan untuk membuat hari ini lebih menyenangkan? Kadang jawabannya sederhana. Cobalah, dan lihat bagaimana Seninmu berubah.

Posted in inspirasi

Arti Sahabat

Arti sahabat buat kamu itu apa sih…?
Kalo buat aku sih, arti sahabat adalah seorang teman yang bener benar temen, teman yang ketika aku sedang ada dibawah, sahabatku tersebut masih tetap disampingku, ketika aku berbuat salah, dia orang yang tetap berada di pihakku walau pada akhirnya dia juga yang mengingatkan kesalahanku. Dan memberi suport apa yang dimilikinya walaupun hanya suport kehadiran, seorang sahabat bagiku pribadi adalah seorang yang rela jauh jauh datang di acara pernikahan temennya walau beda kota. Seorang yang walau dimintai pertolongan apapun dia mau hadir walaupun malah ngerecokin, setidaknya dia bisa bisa bikin aku ketawa, dan sampai saat ini ada satu orang teman yang layak kusebut sahabat, walau kadang-kadang aku lebih banyak ngerepotin dia karena sering aku pinjem dulu 50ribu dulu yah wkwkwk…

Dia ini datang jauh-jauh datang ke Jakarta setelah tau aku mau nikah dan lokasinya ada di kota lain dari tempat tinggalnya yaitu di Sidoarjo. Dia juga dateng tengah malam saat aku perlu bantuan buat sortir buku yang dikejar deadline esok paginya, walau pada akhirnya dia cuman bantu ngerecokin supaya aku ga ngantuk. Tapi jangan salah, dia juga sering minta tolong ke aku di saat saat yang ga tepat. Kalo lagi perlu desain ga kenal waktu juga, bisa tengah malam saat mau tidur kalo aku masih online atau disaat-saat lagi repot-repotnya selalu minta desainan yang alasannya urgent entah seurgen apa yang bikin kerjaanku yang lain kupending dulu buat ngerjain desainan nih orang.

Dwi Prasetyo (tengah) jauh-jauh datang dari Sidoarjo untuk menghadiri akad nikahku di Jakarta.

siapa kah dia? ya tak lain tak bukan namanya Dwi Prasetyo, dia rela datang ke jakarta dan menemaniku saat akad, selain Pras, ada juga salah satu sabahatku yang lain lagi yang hadir yaitu Ony yang kebetulan memang kuminta sebagai fotograferku. tapi ini bukan kisah tentang Ony, mungkin di cerita lain bakal kuceritakan sosok Ony.

Banyak sekali temenku yang cukup dekat tapi yang ingin kuceritakan saat ini adalah Pras salah seorang sahabatku ini yang bisa dikatakan konco plek, bahkan istriku pun mengenal Pras, pernah sekali waktu aku makan di warung makan, dia tiba-tiba kirim pesan whatsapp kalo dia lagi di Surabaya mau mampir, kubilang aja “aku lagi keluar rumah” toh memang aku lagi diluar rumah, makan di gang depan, eh malah disamperin sampai setengah jam aku nungguin bahkan hujan-hujan ternyata dia dateng juga, akhirnya dia malah bayarin makananku hahaha, makasih masbrooo…

Sebagai seorang sahabat apakah kami pernah berselisih pendapat, pastinya cuman aku herannya ga bisa marah sama nih orang, ga tau juga kalo dia marah sama aku, tapi alhamdulillah kami sampai saat ini masih berhubungan baik, sekalipun aku sering membully dia yang udah kepala tiga ga nikah-nikah.

Oh ya, buat teman-teman yang lagi nyari jodoh, aku sangat merekomendasikan temanku yang satu ini. Dwi Prasetyo, sahabat sejati yang nggak tergantikan. Siapa tahu dia berjodoh dengan salah satu dari kalian. 🙂

Bagiku, sahabat adalah sosok yang melengkapi hidup. Mereka ada di saat suka dan duka, tanpa pamrih dan tanpa banyak alasan. Pras, makasih sudah jadi sahabat yang luar biasa!

-roy-

Posted in inspirasi

Komik Lokal Pupus Putus Sekolah

Sejak kecil, saya selalu suka membaca komik. Hobi ini bahkan terus berlanjut hingga sekarang, saat usia saya sudah menginjak kepala empat. Saya lahir tahun 1984, dan meskipun usia saya kini 40 tahun, saya tetap menikmati dunia komik seperti dulu. Ketika masih kecil, saya sering membaca “Kungfu Boy” dengan tokoh utamanya, Chinmi, juga “Dragon Ball” — meski untuk yang satu ini, saya lebih sering menikmati versi animenya. Ada pula “Detektif Conan” yang masih menemani hingga sekarang, dan tentu saja “One Piece”, sebuah karya besar dari Jepang yang terus saya ikuti.

Di era digital saat ini, hobi saya membaca komik semakin dimudahkan dengan kehadiran aplikasi seperti Webtoon. Di sana, saya mulai mengenal berbagai komik Korea yang biasa disebut manhwa, komik Jepang yang disebut manga, dan komik Tiongkok yang dikenal sebagai manhua. Pengetahuan ini saya dapat karena hingga sekarang, saya tetap setia mengikuti cerita-cerita komik dari berbagai negara. Tak hanya itu, saya juga menikmati karya-karya lokal, seperti “Grey & Jingga” karya Sweta Kartika dan “Pupus Putus Sekolah” karya Kurnia Harta.

Kenapa saya begitu menyukai komik? Karena saya tumbuh bersama mereka. Ketika tinggal di Samarinda, saya sering menyewa komik untuk dibaca dalam 2-3 hari sebelum dikembalikan. Hal serupa saya lakukan saat pindah ke Surabaya, mulai dari SMP hingga SMA. Waktu itu, membeli komik terasa terlalu mahal bagi saya, sehingga menyewa menjadi solusi terbaik. Saya tak keberatan membaca komik yang plastik pembungkusnya sudah robek, karena yang terpenting adalah cerita di dalamnya.

Dari komik, saya belajar banyak hal. Entah itu kisah roman, fiksi, hingga cerita yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu komik yang sangat berkesan bagi saya adalah “Pupus Putus Sekolah”. Karya lokal ini bisa kalian baca di Webtoon. Saya tak akan mengulas ceritanya secara detail — silakan baca sendiri jika penasaran. Namun, ada pelajaran besar yang ingin saya bagikan setelah membaca komik ini: dunia pendidikan itu sangat luas, dan belajar bisa dilakukan di mana saja, dengan siapa saja.

Komik ini membuka mata saya. Kadang kita merasa tahu segalanya, tetapi sebenarnya kita tidak tahu apa-apa. Contohnya, ada kisah tentang Bagus yang diminta mencuci piring. Bagi sebagian orang, pekerjaan ini mungkin dianggap remeh. Namun, jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda, mencuci piring bisa menjadi peran yang sangat dihargai di dapur. Tidak semua koki suka mencuci piring, dan keberadaan seseorang yang bersedia melakukannya bisa menjadi sangat berarti.

Ada juga karakter Tomas, anak yang cerdas karena ia suka mencicipi makanan di dapur. Lewat Tomas, kita diajak melihat bahwa kecerdasan itu bisa muncul dari rasa ingin tahu dan pengalaman, bukan hanya dari teori di buku. Selain itu, ada cerita tentang ayah Bagus yang dianggap bodoh oleh banyak orang, bahkan oleh Bagus sendiri. Namun, Tomas memberikan sudut pandang berbeda: label “bodoh” atau “pintar” yang diberikan orang kota hanyalah pandangan sepihak yang tidak perlu terlalu dianggap.

Yang paling menyentuh adalah karakter Mak Luwe dengan kutipannya, “Hidup itu susah, tapi orang-orang baik bisa bikin hidup jadi lebih gampang.” Kalimat ini begitu sederhana, tetapi penuh makna. Ia mengingatkan kita untuk tidak pernah lelah menjadi orang baik. Kebaikan, sekecil apa pun, selalu punya dampak besar bagi kehidupan orang lain.

Melalui komik, saya belajar bahwa pelajaran hidup bisa datang dari mana saja. Komik bukan hanya hiburan; ia juga bisa menjadi guru yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan. Jadi, jangan pernah berhenti belajar — di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja.

Posted in inspirasi

Jadi Inspirasi

Rasanya masih belum pantas diri ini untuk menjadi inspirasi bagi orang lain, masih terlalu banyak cela, terlalu buruk, terlalu bodoh untuk memberikan inspirasi untuk orang lain. Rasanya pengalaman yang aku miliki belum ada apa apanya, bahkan profesi yang aku geluti belum menjadikanku expert di bidangnya. Lalu untuk apa aku mengikuti kelas inspirasi yang katanya memberikan inspirasi untuk anak-anak yang sekolah di pelosok untuk tetap gigih dalam belajar dan mencapai cita-cita. Jawabnya karena aku ingin mencari inspirasi dari mereka adik-adik yang terus berjuang, terus belajar di tengah kondisi sekolah yang masih jauh dari kesempurnaan, mereka terus berusaha meraih mimpi mereka dengan kondisi apa adanya dan penuh keterbatasan. Aku mencari inspirasi dari mereka-mereka anak-anak muda relawan pengajar dan relawan fasilitator dalam mengemas kegiatan sosial yang fun namun tetap mendidik.

imageSehari menginspirasi selamanya memberi artiSehari menginspirasi selamanya memberi artiSehari menginspirasi selamanya memberi arti
Sehari menginspirasi selamanya memberi arti

Di kelas inspirasi ini aku mengenal anak-anak muda yang berjiwa sosial tinggi yang kreatif dan pantang menyerah, pengalaman yang sama juga aku peroleh dari komunitas Save Street Child Surabaya ternyata juga bisa membantuku untuk ikut berperan aktif di dunia pendidikan terutama untuk menghadapi anak-anak.

image

Posted in inspirasi

Memulai joging

Aku Joging? Kayaknya ga ada yang percaya deh. Aku sendiri masih belum percaya kalo aku mau bangun pagi terus olahraga. Kalo sholat subuh sih pasti, cuman biasanya tidur lagi. Kalo kakakku semenjak menikah setiap selesai sholat subuh dia udah mulai rajin baca Quran, tapi untuk aku, yang sholat subuhnya harus menunggu mood dulu kayaknya berat untuk keluar cari angin dan sekedar joging. Tapi dua hari ini aku coba untuk memulai memperbaiki pola hidup sehat.

Posted in inspirasi

semut kecil

Dia menyebut dirinya seperti itu “semut kecil” di tumblrnya…, ga heran sih kalo liat anaknya yang kecil mungil and unik, ya “unik” mengapa kukatakan unik? karena anaknya bukan seperti gadis-gadis lain yang biasa kukenal (mainstrem) bahkan dia sendiri  menyebut dirinya anti mainstrem.
image

Memang sih sebelum aku mengenal dia lebih dekat, dia orangnya cuek, jutek, dan sepertinya susah sekali untuk masuk kedalam zona pertemanannya, namun setelah beberapa kali pertemuan dan mengenalnya ternyata she is beautifull, bukan hanya dari fisiknya saja namun dari kepribadiannya. Aku mengenalnya dari sebuah komunitas peduli anak jalanan di kota Surabaya. Saat ini dia aktif mengajar di salah satu wilayah belajar komunitas dari tersebut.

Kenapa aku ingin menulis sosok tentang dirinya? entahlah yang pasti hanya karena janjiku padanya untuk menuliskannya di blog pribadiku tak lebih, hehehe… sudah kutepati lho ya. Apakah aku suka dia entahlah, apakah aku jatuh cinta dengannya akupun tak tahu. aku belum berani berkata aku suka dia karena kedekatan kami layaknya kedekatan seorang kakak dan adiknya, layaknya kedekatan seorang sahabat dengan sahabat lainnya, tak ada perasaan yang spesial diantara kami, entah dia.

Baru-baru ini kami terlibat acara bareng dengannya dalam sebuah event lounching buku seorang kawannya yang dia dikenal via tumbler. Dia sangat ngefans sekali dengan penulisnya, dia paling semangat kalo cerita soal tulisan-tulisan kawannya itu di tumbler. Dia memang suka membaca dan menulis, aku juga suka tulisan-tulisannya di tumbler. Sebenernya tulisan-tulisannya ga kalah bagus dengan kawannya yang baru launching buku itu hanya saja, kepercayaan dirinya saja masih kalah jauh.

Tahun ini juga menjadi tahun spesial untuknya, karena pada tanggal 27 sept kemarin, dia baru saja menamatkan studi S1nya di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA dulunya IAIN Sunan Ampel Surabaya). Acara wisudanya tepat satu hari menjelang acara launching buku kawannya itu di Surabaya. Sayang sekali aku ga hadir di acara wisudanya, selain karena pekerjaanku yang baru pulang jam 3 sore, hari itu juga sudah janji dengan kawannya itu sang penulis itu.

Hm… sebenarnya banyak sekali sesuatu yang ingin aku tuliskan tentang dirinya tapi aku takut nanti dia ke-geeran lagi hehehe… aku rasa itu saja dulu yang dapat aku tuliskan tentang dirinya. Saranku buat dia agar tetap selalu barkarya dan memberi manfaat untuk semua

Dari seorang teman
Roy

Posted in inspirasi

Sebulan tanpa gadged & sosial media bisakah…?

Mulai hari ini ya… mulai hari ini tanggal 20 januari 2014 aku coba untuk off dulu untuk sementara dari jejaring sosial semacam facebook, twitter, instagram, bahkan untuk sementara aku akan puasa dulu menggunakan yang namanya smartphone/gadged dan otomatis WA, Line, Wechat, plus BBM juga ga aktif. Entah bisakah aku melakukan itu.. karena aku sudah terbiasa aktif di jejaring sosial itu dan itu semua menjadi seperti candu dan aku ingin mengurangi candu itu dengan hidup seperti layaknya hidup bersosialisasi dengan tatap muka.

Aku tidak menghilang aku masih bisa dihubungi via sms atau telepon genggam karena itu adalah alat komunikasi wajib untuk mencari nafkah, dan sifatnya pun hanya sementara. Satu bulan ya satu bulan atau tepatnya 30 hari dari tanggal 20 januari hari ini sampai tanggal 19 februari nanti. Seseorang yang kebetulan lagi dekat denganku (kenapa ga kubilang kekasih, karena dia belum jadi kekasihku dan belum halal untukku) bertanya kenapa nggak sekalian sampai tanggal 22 februari saja yang kebetulan adalah hari ulang tahunnya. Mungkin dia mengira aku mau membuat surprise untuk dirinya menjelang ulang tahunnya tapi sayangnya bukan itu, surprise untuknya aku sudah menyiapkan sesuatu di hari itu. Namun ini adalah surprise untukku apa yang akan terjadi 30 hari kedepan dengan tanpa komunikasi lewat dunia maya, apakah aku akan kehilangan sahabat, folower di twitter, atau teman di fb ataukah justru makin mengakrabkan persahabatan kami tanpa dunia maya.

Aku juga ingin melihat perubahan yang terjadi dalam diri ini apakah aku tetap bisa eksis di mata teman-teman walau tanpa melalui sosial media. Apakah keberadaanku benar-benar dibutuhkan dalam dunia nyata yang sesungguhnya ataukah hanya jadi pelengkap. Banyak hal-hal yang akan aku rubah di tahun ini bahkan ada 2 keinginanku di tahun ini cukup besar yang ingin aku lakukan yaitu menikah dan berangkat Umroh, beberapa minggu lalu aku berniat untuk daftar Umroh namun Allah masih belum mengijinkan, aku masih disuruh untuk menolong orang lain dulu sebelum aku pantas menghadap ke rumah Allah yang ada di mekkah sana. Sampai saat ini aku tetap mau berusaha untuk terus berihktiar agar 2 keinginanku itu dapat terkabul di tahun ini. Terus memantaskan diri untuk menjadi lelaki soleh idaman para gadis solehah. dan juga memantaskan diri untuk bisa berangkat ke rumah Allah di Mekah.

Untuk lepas dari internet untuk sementara aku masih belum bisa tapi pelan-pelan akan aku kurangi, apabila urusanya bukan pekerjaan sebisa mungkin tak kugunakan jaringan internet. Dalam 30 hari kedepan akan aku coba tuliskan apapun yang bisa aku kerjakan tanpa sosial media, melalui blog pribadiku ini yang jarang sekali orang membukanya. Karena aku hanya ingin menulis apapun yang ingin aku tulis yang ada di kepala dan yang ada di hati cie….

20 januari 2014
~roy~

Posted in inspirasi

menjadi nara sumber (arsip catatan fb)

Sabtu kemarin, aku disuruh mengisi materi tentang desain dan perwajahan halaman di salah satu kampus swasta di samarinda. Tepat  pukul 09.00 kakakku memintaku untuk mengisi acara di kampus tersebut tentang materi yang memang menjadi kerjaanku sehari-hari. Sebenarnya sih bukan masalah jika meminta jauh hari sebelumnya, tapi ini untuk acara jam 11.00. Yup, hanya 2 jam persiapanku untuk mengumpulkan materi plus menyiapkan mental untuk berbicara di depan para mahasiswa yang biasanya kritis…

Kalo untuk kakaku sih mungkin bukan hal yang sulit karena dia sudah biasa mengisi materi tentang jurnalistik. Aku tahu karena banyak sekali plakat dan piagam penghargaan yang menghiasi rumahnya yang isinya rata-tara ucapan terima kasih telah mengisi acara-acara tersebut. Namun untukku walau bukan yang pertama tapi cukup membuatku sedikit tegang karena belum terbiasa untuk bicara di depan audiens. Tapi kalo didepan monitor komputer alias chating kerjaan sehari-hari hehehe…

Aku masih ingat ketika pertama kali bicara didepan umum, saat itu aku bicara di depan anak-anak kelas 1 SMA saat menjadi panitia di acara MOS (Masa Orientasi Siswa)  di SMA dulu, ketika mau bicara suara ini hilang entah kemana sampai akhirnya partnerku yang mengambil alih, jika ingat itu jadi malu afwan ya rin…

Nah kembali ke acara kemarin, karena itu bukan pertama kalinya aku bicara didepan umum plus aku juga bukan anak SMA lagi yang masih lugu bingung harus ngapain so waktu yang tersisa kugunakan untuk browsing tentang materi yang akan disampaikan, toh kalaupun ada pertanyaan pasti tak jauh-juh dari apa yang kukerjakan sehar-hari. Akhirnya setelah sampai di kampus untungnya acaranya agak molor setengah jam jadi aku masih diberi kesempatan oleh Allah untuk mempersiapkan mentalku. Alhamdulillah aku dapat melewatinya dengan baik, entah apakah cukup baik bagi mahasiswa yang mendengarkan. Yang pasti aku sudah melakukan yang terbaik. tidak seperti aku yang saat SMA dulu hehehe…

Entah kenapa setiap ada acara seperti itu selalu aku yang ditunjuk untuk maju, seperti halnya ketika ada anak baru yang mau bekerja sebagai layout, selalu aku yang disuruh training, padahal aku ga jago-jago amat. Mungkin temen-temenku kurang bisa dalam mentransfer ilmu, kurang bisa komunikatif untuk mengajari sekalipun dia lebih jago. Bahkan kemarin aku sempet mau dikirim ke bontang hanya untuk melatih anak layout karena disana sudah terbit harian baru Bontang Post tapi untuk mengerjakan layout halaman utama masih dikerjakan di Balikpapan dan Samarinda karena tenaga layout disana dirasa masih belum mampu. Aku juga sering kali mendapat komentar dari anak2 sekolah atau kuliah yang sering magang di kantor, katanya aku lebih baik ngajarnya ketimbang guru mereka  dikelas chie… jadi GE-ER bisa melayang nih… hehehe…

Ternyata transfer ilmu itu tidak mudah ( kalo mudah apa gunanya FKIP hehehe…) buktinya untuk training seseorang aja temen-temenku angkat tangan walau hanya sekedar mengajari apa yang biasa dikerjakan. Seorang guru aja kadang ada yang disukai oleh murid ada yang tidak kerena cara menyampaikan materi yang dirasa kurang sesuai dengan yang diinginkan sang murid. Seorang da’i saja ada yang memiliki masa banyak ada juga yang hanya segelintir karena cara penyampaiannya yang kurang komunikatif. Sejak kejadian kemarin aku mulai berfikir untuk kembali belajar berbicara di depan umum lagi walau yang kuhadapi sehari-hari hanya komputer.

Jadi inget hadist Nabi yang mengatakan: Rasulullah SAW bersabda : Apabila wafat seorang hamba (manusia) maka terputuslah segala amalannya kecuali 3 perkara: shodaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang salih yg mendoakannya. (HR Muslim), Karena aku belum terlalu kaya jadi amal jariahku mungkin sebatas kemampuanku, dan aku juga masih bujang masih belum memiliki anak soleh yang dapat mendoakan aku, doakan ya semoga cepet nikah plus dapat anak yang soleh agar dapat mendoakanku nantinya hehehehe…. Jadi hanya ilmu yang kukuasai ini semoga bermanfaat walau ilmu desain bukan ilmu agama dan mudahan bisa berdakwah lewat desain amin….

apakah kamu sudah sanggup mentransfer ilmu kalian…?

roy febrianto, 22 Nov 2010