Posted in Uncategorized

Pemilu Bikin Pusing

ya…

Kayaknya minggu-minggu paling berat buat aku adalah menjelang pemilu, kenapa demikian? karena saat ini aku yang kebetulan bekerja di salah satu perusahaan percetakan di samarinda banyak sekali menerima order dari para calon legislatif (caleg) untuk membuat atribut pemilu yang mulai brosur, stiker, kartu nama, kalender, spanduk, banner, baliho, anything deh pokoknya….

Kalo Bosku sih fine-fine aja karena dia yang terima duit, sedang kita yang ngerjain, dikejar-kejar deadline, yang mau kampanye lah…. yang mau sosialisasi lah… bahkan yang biasanya aku disain sehari 1 design, minggu-minggu kemarin bisa 5-15 design sehari yang harus jadi saat itu juga kalo enggak ya tunggu aja omelan caleg….Tapi kadang ada eneknya juga sih, kalo ketemu caleg yang agak royal kita bisa dikasih tips atau ya… sekedar traktiran makan siang yang menunya cukup spesiallah dari pada menu sehari-hari… tapi itu satu banding sepuluh.

pemilu tiunggal sebentar lagi kerjaanku semakin lama makin berkurang, alhamdulillah… pusingku juga sedikit berkurang, begadangpun makin kurang, moga pemilu yang sebentar lagi bisa berlangsung aman, dan jangan lupa buat para caleg yang udah pesen atribut di tempatku jangan cuma omdo, action dong…. hehehe….

-vied-

yang mulai nyantai….

Posted in Uncategorized

Arti Sebuah Jabatan

Aku saat ini  bekerja di dua perusahaan, kalo malam aku bekerja di perusahaan harian media cetak (koran) yang lumayan besar sebagai anak perusahaan dari perusahaan yang cukup besar karena memiliki banyak anak perusahaan diberbagai penjuru nusantara. Dan memiliki menejemen yang cukup baik walau hanya memiliki sekitar 70 karyawan. Sedang kalo siang karena aku cari sampingan, aku bekerja di sebuah perusahaan percetakan kecil berebentuk CV yang dimiliki seorang pengusaha bersama istrinya. kukatakan kecil karena karyawannya ketika aku mulai masuk 9 bulan yang lalu hanya berjumlah 7 orang yang kemudian menyusut jadi 3 orang.

Dua bulan yang lalu… aku di tugasi sebagai “manajer perencanaan” di sebuah perusahaan percetakan kecil itu. Kenapa kalimatnya ditugasi bukan diangkat atau di promosikan, karena sejatinya jabatan itu sebenarnya tak ada dan kemudian di buatlah jabatan itu karena si pemilik CV alias direkturnya atau Bosnya mulai enggan ngurusi perusahaanya itu lagi. Dia sekarang cuman inginnya tahu beres, tunggu laporan order dan keuangan aja. Bos mulai males ngurusin order masuk, mulai males ngurusi proses produksi, mulai males ngurusin biaya produksi, yang semakin lama semakin bikin pusing karena saking banyaknya order yang masuk dan biaya yang keluar. Intinya Bosku ini mulai jenuh dengan berbagai hal mengenai perusahaannya oleh karena itu karyawannya yang hanya 3 orang itu di jadikanlah  manajer dimasing-masing bidangnya.

Aku yang selama ini “menjabat” sebagai seorang design graphic di tugasi untuk jadi menejer perencanaan, tugasnya meliputi terima order,  design grafis (yang memang bagianku),  sampai proses pracetak, sedang dua temenku yang lain di tugasi menjadi menejer marketing, dan manajer produksi, yang membidangi masing-masing pekerjaannya. Dari segi tanggung jawab terus terang makin berat, karena yang dulunya cuman terima bahan untuk didesign semenarik mungkin. Kini ditambah jadi Customer Service yang menerima klien yang mau bikin cetakan plus menentukan harga pada klien dan merencanakan anggaran biaya sekecil-kecilnya untuk proses produksi nantinya.

Dari dua perusahaan tempatku bekerja itu jauh sekali perbedaannya, kalo di tempatku kerja malam hari (perusahaan media cetak) yang namanya manajer itu dari segi fasilitas gaji dan kompensasi jabatannya bener-bener sesuai dengan tanggung jawab dan  pekerjaannya.  Sedang tempat kerjaku yang disiang hari itu, aku yang menjabat sebagai menejer, kerjanya memang bener menejer tapi kompensasi dari pekerjaan itu ga sesuai sama sekali dengan kerjaannya, bahkan kalo dibandingkan dengan  kerja malamku yang ststusku sebagai staf biasa masih lebih besar kompensasinya, tapi tanggung jawabnya malah lebih besar sampinganku. So apa arti jabatan menejer di perusahaan kecil, kalo kompensasinya tidak lebih besar daripada karyawan biasa  di perusahaan besar, dan ga sesuai dengan tanggung jawabnya…. capek deh…..

Tapi  Alhamdulillah dibalik semua itu ternyata rejeki datang dari yang tidak disangka-sangka… Jadi mau mengeluh eh ternyata sudah dikasih duluan sama Allah, jadi aku ga mau ngeluh lagi deh… udah dikasih jabatan manejer, dikasih kerjaan dobel, eh masih ngeluh aja mau lo itu apa….(ditujukan untuk diriku sendiri lho ya) hehehe….

– vied –

yang sekarang jadi menejer

Posted in coretanku

Begadang

Pagi ini lagi-lagi aku begadang, mungkin bukan hal baru lagi buat temen-temenku melihat aktifitasku  yang satu ini. Tapi buat aku pribadi sebenernya aku capek untuk hal yang satu ini, cuman aku sendiri punya sedikit penyakit atau yang disebut kebiasaan yaitu tidak bisa tidur malam. aku beberapa kali nyoba untuk tidur jam 11 malam namun akhirnya hanya bengong ngliat atap rumah kayak orang bego… akhirnya aku malah keluar cari angin supaya datang tuh rasa ngantuk eh… tahu-tahu udah pagi baru deh bisa tidur…

Pekerjaan lah yang membuatku nggak bisa  ngilangin kebiasaanku untuk begadang, ya… aku adalah seorang karyawan di perusahaan  media lokal di kota ini sebagai seorang layout (penata halaman) yang bekerja mulai jam 20.00 wita sampai jam 01.00 malam waktu setempat. Pekerjaan itulah yang membuat aku lama-kelamaan membiasakan diri untuk terus begadang.

Sebenernya sih dulu aku biasa tidur jam 1 malam habis kerja, tapi ada satu waktu aku coba untuk begadang karena ada pekerjaan kuliah yang harus selesai besok paginya, trus aku mulai deh kecanduan dengan  yang namanya internet yang hampir tiap malam aku jelajahi mulai dari yang cuman untuk bahan tugas kuliah sampai yang nggak bener. Sejak saat itu kebiasaan begadang mulai membekas dalam diri ini, kalau nggak tidur selepas subuh nggak bakalan bisa tidur. Sampai sekarang kebiasanku begadang nggak ilang-ilang walau kecanduanku terhadap internet sudah agak berkurang.

Beberapa orang temenku pernah sih menyarankan aku untuk minum obat tidur, supaya aku bisa tidur nyenyak dimalam hari, namun sampai saat ini aku nggak pernah menuruti saran mereka.  Bukannya aku nggak mau denger nasehat sih tapi terus terang aku sedikit takut dengan yang namanya  obat karena sejak kecil aku pernah mengalami sakit keras yang mengharuskan minum obat tiap hari sampai aku akhirnya sembuh, sejak saat itu aku berusaha untuk tak lagi mengkonsumsi obat sekalipun aku sakit.

Mungkin ada temen-teman  yang punya saran bagus untuk mengurangi begadangku ini tanpa harus mengkonsumsi obat. Aku sangat berterima kasih sekali jika ada seseorang atau siapapun yang pernah mengalami, mau berbagi pengalaman mengenai kebiasaan begadang atau kesulitan tidur malam hingga bisa sembuh total.

vied

yang tiap hari begadang

Posted in renungan

Kata- kata Kasar

Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. “Oh, maafkan
saya” adalah reaksi saya. Ia berkata, “Maafkan saya juga;  Saya  tidak
melihat Anda.”  Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat
sopan.
Akhirnya  kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.  Namun cerita
lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita  memperlakukan orang-orang
yang kita kasihi, tua dan muda.

Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki
saya
berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya  berbalik, hampir saja
saya
membuatnya jatuh. “Minggir,” kata saya  dengan  marah. Ia pergi, hati
kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa  kasarnya  kata-kata saya
kepadanya.  Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus Tuhan
berbicara padaku, “Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau
kenal,
etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi,
sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai
dapur,  engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu.”
“Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda,
kuning
dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak  menggagalkan kejutan
yang
akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah
saat
itu.”

Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes.  Saya
pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya,
“Bangun, nak, bangun,” kataku.  “Apakah bunga-bunga ini engkau petik
untukku?” Ia tersenyum, ” Aku  menemukannya jatuh dari pohon. ”  “Aku
mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu.  Aku tahu Ibu
akan menyukainya, terutama yang berwarna biru.”  Aku berkata,  “Anakku,
Ibu
sangat menyesal karena telah kasar  padamu; Ibu seharusnya tidak
membentakmu
seperti tadi.”

Si kecilku berkata, “Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap  mencintaimu.” Aku
pun membalas, “Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku  benar-benar
menyukai
bunga-bunga ini, apalagi yang biru.”  Apakah anda menyadari bahwa jika
kita
mati besok, perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan
mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang
kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.  Mari
kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita
ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang
bijaksana, bukan?  Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di
atas? Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?

Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.  FAMILY = (F)ATHER (A)ND
(M)OTHER,
(I), (L)OVE, (Y)OU

Posted in humor

SMS yang Tak Terbalas

Kenapa tidak you balas semua sms Ku,, Nelll??,,,,,,,ujar Hedel ketika bertemu Pinel,
Aku malu,Kamu tau tulisan ku kan tidak bagus,,,,,balas Pinel,
Apa you gila Nel, you tulis apa saja pasti bisa kubaca di Hp ku,,,,,Hedel tertawa
Bukan begitu,kamu tau,aku ini kan buta ,,,,, dasar Pinel jawab terus
Buta apa you bisa kesana kemari,,,,,,tekan Hedel
jangan terlalu begitu aku ini buta huruf bodoook,,uwa,,ha,,ha,,ha

(Mendengar cerita dari teman-teman pelabuhan yang sedang isi gudang)

Posted in renungan

Pitutur Boso Jowo

Ngene iki sing diarani Manungso,

Okeh sing digayuh,koyo-koyo ndonyo iki iso dipecaki,
Podo ora ngerti,yen manungso iku sejatine ringkih,ora duwe doyo,
Sing kudu kito weruhi,sing jenenge manungso iku dititahake podo
Dek wiwit biyen ngati saiki,ojo ngunggung marang sapodo-podone titah
Yen kito iki diparingi weruh krungu lan kroso samumbarang iku wis kinodrat
Lan tansah melu mbarengi karo mlakune kahanan.

Dadi siro ora usah kuwatir,piye lan piye.
Kabeh iku, elek apike kahanan ndonyo,
Gusti Ingkang Moho Kuwoso sing ngersakake.

Ayo ngetutne ae koyo miline banyu,
Duweni gegahuyuan iku ora kudu dijaluk,disuwun ning
Isoo dimangerteni ubah musike kahanan iki lan iso ngetukne kanthi bener.

Sing kudu siro weruhi ndonyo iki ora langgeng
Dadi yen rumongso urung kaleksanan anggone
Nggayuh kamulyanning ndonyo,ojo cilik ati.

Mulo soko iku onone beban nang alam ndoyo iki,
ayo podo dipasrahne marang Gusti Kang Murbeng Dumadi.
Gusti Alloh wis weruh sekabehe.

“Duh Gusti Ingkang Moho Agung,
Matur sembah nuwun sanget
Sekathahe kanugrahan,kamulyan,
Ingkang sampun panjenengan paring aken dumaten kulo,
Soho kulo tansah nyuwun gungnge pangapunten ingkang Agung
Sakathahe doso lan kalepatan kulo.Matur nuwun”.

Posted in renungan

Indonesia ada di Komik Jepang

Selama ini komik jepang banyak beredar di Indonesia…

Mungkin itu pula yang mendasari pikiran Soda Masahito pengarang komik Firefighter Daigo memasukkan negara Indonesia kedalam cerita komiknya biar laku atau biar introspeksi diri kali. Komik yang bercerita sosok kepahlawanan masa kini yang dikemas dalam cerita seorang pemadam kebakaran yang berjuang menyelamatkan korban dari ganasnya si jago merah dan penanggulangan pencegahan terhadap kebakaran. Kehidupan sehari-hari bahkan ada dalam lingkungan kita sendiri itulah tema yang diangkat pengarang melalui komik ini. Ternyata menjadi pahlawan tak harus berkostum dan memiliki banyak kekuatan layaknya superman atau batman yang memiliki peralatan super lengkap. oke cukup sekian prolong tentang komiknya… selanjutnya kita masuk ke topik awal yaitu tentang setting indonesia yang dipakai sebagai latar belakang tempat dicerita komik.

Pada Volume 18 dan 19 dan mungkin juga di volume berikutnya (karena sampai saat saya menulis di blog ini baru sampai volume 19) Indonesia sebagai latar belakang tempatdi komik, di ceritakan sedang mengalami kebakaran hutan yang terjadi di sumatra. Sayangnya bukan kebaikan/keindahan alam maupun keramahtamahan warga indonesia yang di tonjolkan, melainkan keburukan negara kita, terutama terhadap penanggulangan masalah kebakaran hutan. Di komik di ceritakan bahwa negara kita hampir tiap tahun terjadi kebakaran namaun warga dan pemerintah negara kita menganggap biasa dan cenderung acuh.

Bahkan diceritakan juga melakukan penanggulangan kebakaran kecil saja pemadam kebakaran kita mengalami kesulitan dan di bantu pemadam kebakaran dari jepang yang hanya 2 orang menggunakan alat impulse (alat semprot air yang sangat keras yang bentuknya seperti bazooka). Entah di Indonesia ada atau belum alat macam ini. di situ juga diceritakan bahwa pihak pemerintah tidak mampu menangani kebakaran hutan yang bahkan mengganggu aktivitas warga singapura hingga pihak singapura sendiri yang turun tangan membantu penanggulanagn kebakaran hutan guna mengurangi asap yang mengganggu warga negaranya.

Apa kita tidak malu sesuatu yang buruk dipublikasikan bahkan lewat komik yang kemudian dijual kembali ke negara kita. Mungkin tujuannya baik supaya anak-anak indonesia tahu dan sadar akan pentingnya bahaya kebakaran hutan. Tapi apakah pemerintah kita sendiri tak mampu menanggulangi bencana kebakaran hutan yang terjadi tiap tahun. Apakah kita harus selalu minta bantuan luar negeri…

Untuk apa kekayaan alam yang luar biasa besar ini jika kita sendiri tak mampu menjaganya, apalagi saat ini sedang gencar-gencarnya masalah global warming. Lalu pa yang bisa kita perbuat untuk menjaga alam lingkungan sekitar kita jangan sampai apa yang kita miliki hancur hanya karena kelalaian kita sendiri.

-vied-

yang masih suka baca komik

Posted in coretanku

menganggur

Beberapa bulan ini aku nganggur….ya nganggur alias tidak bekerja,

Setelah aku pindah rumah untuk sekian kalinya, karena alasan pindah rumah itulah aku sekalian berhenti kerja dari tempat temenku yang punya usaha sablon. Tapi tidak berhenti seluruhnya sih soalnya aku sampai saat ini masih turut membantu pekerjaan temenku kalau lagi butuh banyak bantuan, walaupun bentunya hanya sekedar freelance. Meskipun gitu tetep aja aku nganggur karena kerjaannya nggak tetap alias pendapatan ga jelas.

Sebenernnya aku punya dua pekerjaan, yang pertama (pekerjaan utama) sebagai tenaga layout di salah satu surat kabar lokal di di kota ini, jam kerjanya malam hari mulai pukul 20.00 sampai pukul 01.00. Sedangkan pekerjaan kedua ( dibilang sampingan lah) sebagai tenaga design di sablon temen sekaligus bantu-bantu nyablon, jam kerjanya dari pukul 9.00 sampai pukul 05.00. Lho kok kebalik pasti ada yang berpendapat seperti itu , iya soalnya dari pendapatan dan fasilitas jauh lebih besar makanya yang kuanggap pekerjaan utama adalah pekerjaan malam yang jam kerja dan tingkat kelelahannya jauh lebih sedikit dibanding kerjaan siang.

Walaupun pekerjaan utamaku masih tetep jalan, karena hanya sampinganku (kerja sablon) aja sih yang berhenti tapi aku serasa kesepian karena ga ada kesibukan. Makanya beberapa bulan ini aku lebih sering begadang dan main game ketimbang pulang cepat. Daripada pulang kerumah ga ada apa-apa bengong nggak ada yang dikerjain, mending main game di kantor. Bahkan beberapa hari ni aku pulang cukup siang, biasanya aku pulang habis subuh, beberapa hari ini malah aku pulang saat jam sembilan lewat atau sekitar jam masuk kantor untuk karyawan yang bekerja pada sif pagi harinya.

Beberapa hari ini aku coba cari lowongan di korang yang di terbitkan di perusahaanku tempat kerja malam sapa tahu ada lowongan yang cocok untuk siang hari, soalnya jenuh juga siang siang nganggur masak mau tidur terus di sepanjang hari kayak kelelawar aja… sudah nyoba sih masukkan beberapa lamaran tapi malah aku bikin kesalahan yang ga perlu, yaitu salah mencantumkan no HP ku kurang satu angka di tengah-tengah… pantesan aja ga ada respon sama sekali dari perusahaan yang ku coba masukkan lamaran wong nomornya kurang… hehehe…

anyway mumpung lagi nganggur buka-buka blog yang ga pernah tak sambangi sapatahu ada yang ngasih job so… buat temen-teman yang punya kerjaan terutama bagian design mbokyo ngajak-ajak…

-vied-

yang masih nganggur dan cari sampingan (masih jadi kelelawar)

Posted in renungan

Rezeki Itu…

Bismillahi,

Sependek yang saya tahu :
….

Rezeki itu,
Saat kita membuka mata..
Saat kita diberi kemampuan untuk membaca …

Rezeki itu,
Ketika kita bisa bangun dari tidur pagi tadi, padahal tak ada satupun yang
bisa menjamin kita untuk sanggup bangun sendiri..

Rezeki itu,
Saat kita pergi ke kantor, dan selamat sampai pulang ke rumah kembali..

Rezeki itu…
Saat kita mau ngetik B di keyboard komputer kita, dan yang keluar di
layar monitor ya huruf B,.. mau ngetik S, ya keluar S…
Bukan M, bukan O, bukan N…, bukan Y, bukan E, dan bukan T…

Rezeki itu,
Saat kita masih bisa tersenyum dan tertawa
Dan saat kita lalu bisa diam lagi setelah tertawa…
Ngeri rasanya kalau kita bisa tertawa, dan terus tertawa… dan kita sama
sekali nggak tahu cara menghentikannya..

Rezeki itu,
Saat HP kita berdering, dengan sepenuh kesadaran, langsung kita tempelkan
di kuping.. bukan di dengkul kita, atau pantat…
Rezeki itu saat kita masih diberi kesadaran penuh untuk bisa bersikap
waras..

Rezeki itu,
Ketika alis, ketika bulu mata, ya segitu-gitu aja, nggak tumbuh pesat
seperti rambut ;
karena bila alis dan bulu mata seperti rambut, nggak tahu gimana jadinya..
tata wajah dan estetikanya bakal berubah sama sekali.. dan entah, mungkin
orang di sekeliling kita bisa saja menganggap kita seperti anak gorila
lepas dari bapaknya…

Rezeki itu,
Ketika kita makan tempe, rasanya senikmat tempe, bukan keras seperti batu.
..

Rezeki itu,
Saat hati kita merasa damai..
Saat perasaan terasa tenang..

Rezeki itu..
Kalau kita mau ngupil, yang masuk ke hidung telunjuk, dan bukan jempol
kaki..

Rezeki itu kalau apa yang ada dalam pikiran selaras dengan kehendak badan
:
Ingin rasanya tertawa saat merenungkan, bagaimana sedihnya kalau kita mau
salaman, yang terjadi malah kita memukul orang.. bagaimana kalau kehendak
akal kita nggak sejalan dengan apa yang dimaui anggota badan..

Rezeki itu,
Kalau kita sadar kita numpang, yang punya tumpangan memberi kebebasan
sepenuhnya kepada kita untuk berbuat sesuka hati..
Dan di bumi ini kita numpang. Badan dan pikiran kita pun numpang, karena
sejuta persen sahamnya bukan punya kita. Makanya kita nggak pernah tahu
kapan si Empunya saham itu mau melikuidasi kita dari dunia.. suka-suka
Dia…Lha wong Dia yang punya..

Rezeki itu,
Saat kita masih diberi nafas entah berapa ribu kali embusan setiap hari,
dan udara sebagai stok dan aset termahal buat kita untuk bisa bertahan
hidup, tak pernah dimintai bayaran oleh yang Punya.. Tak terbayangkan
materi apa yang bisa menggantikan udara…

Rezeki itu,
Saat kita masih bisa sakit gigi..
Saat kita masih mampu duduk, berdiri, berlari,

Rezeki itu,
Ketika dikumpulkan seluruh orang terhebat di dunia, didukung kemampuan
superteknologi dan ultrakomputer sekalipun, tetap tak bisa kita
menghitungnya…

Rezeki itu,
Terlalu kecil bila hanya diartikan materi..

Wallahu A’lam


Ade M

-vied-

sekedar perenungan diambil dari salah satu milis

Posted in renungan

Apa Besuk Pagi Kita Belum Mati ?

Secara harfiah, husnul khatimah berarti akhir atau kesudahan yang baik.
Dalam istilah agama Islam berarti akhir hayat (kehidupan) yang baik.
Kebalikannya adalah su’ul khatimah, artinya akhir hayat yang buruk. Akhir
kehidupan yang dialami oleh manusia itu sering disebut sakaratul maut.

Apakah kita akan mati? Apakah kita akan segera sampai ke garis sakaratul
maut ?

Lebih rasional kalau pertanyaannya kita balik: apakah kita akan tidak
mati? Siapakah yang bisa memastikan bahwa nanti sore atau besok pagi, atau
bahkan lima menit yang akan datang, ia pasti akan masih hidup? Puncak ilmu
orang hidup adalah mengenai maut. Yang paling masuk akal bagi segala
perjalanan ilmu manusia adalah kesadaran bahwa sewaktu-waktu akan mati.
Pengetahuan yang paling substansial dan primer adalah bahwa sekarang juga
setiap manusia harus siap untuk berakhir hidupnya. Bahwa jisim (badan)
manusia tidak hidup abadi.

Seorang pengusaha bisa menuliskan rancangan-rancangan bisnisnya pada skala
jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, bahkan diproyeksikan
sampai 50 tahun ke depan. Akan tetapi kalimat awal dari teks rancangannya
sesungguhnya berisi kalimat: Dengan catatan bahwa selama jangka waktu
tersebut ia belum meninggal dunia.

Seorang politisi sepenuhnya berhak mentargetkan keinginannya untuk duduk
di kursi kepresidenan. Seorang sarjana mutlak diperbolehkan meniti
karirnya sampai sejauh-jauhnya dan setinggi-tingginya. Tetapi semua itu
dengan catatan bahwa berlakunya hanya kalau mereka pasti masih hidup. Itu
namanya ilmu orang tua.

dari milis sebelah

vied