Posted in coretanku

Resolusi 2025

Apa resolusimu tahun ini? aku biasanya ga pernah menulis resolusi, biasanya aku manjalani hari tanpa rencana, namun saat ini aku coba untuk melakukan sesuatu yang berbeda yaitu menulis resolusi di tahun 2025, apa itu? yang pertama yaitu berangkat umroh sekali lagi bersama istri dan keluarga besar, entah keluarga istri atau bersama keluargaku, walau tahun lalu sudah pernah berangkat umroh, rasanya ingin sekali kembali lagi kesana setiap tahunnya. Rasanya rindu sekali dengan suasana di kota madinah dan mekah, lebih tenang tidak diburu-buru kerjaan, tidak diburu-buru deadline. Untuk itu langkah yang mulai saya terapkan yang pertama tentu saja menaikkan income pemasukan, selain itu juga memanfaatkan “Jalur Langit” dengan sedekah setiap hari. aku juga akan mencoba melamar menjadi Tour Leader dari biro umroh siapa tau bisa keterima. Bahkan saat ini saya sendiri terdaftar sebagai agen dari biro perjalanan umroh dari Ahlan Travel Agency. Semoga ini menjadi jalan untuk mewujudkan resolusi ini

Sebelum resolusi berangkat umroh lagi tahun ini,aku sadar bahwa ibadahku masih perlu banyak perbaikan. Tahun kemarin aku sempet mengikuti kegiatan mengaji Al Qur’an di masjid Al-Falah setiap seminggu 2 kali setiap hari senin dan rabu bersama istri selepas sholat subuh namun rutinitas itu semoet terhenti di akhir tahun. Tahun ini aku juga ingin melanjutkan lagi mengaji Al Quran lagi di masjid Al-Falah atau di masjid yang lain, dan mencoba belajar konsisten membaca Qur’an setiap selesai sholat minimal 1 lembar setiap selesai sholat fardhu. selain membaca Al-Qur’an, ternyata sholatku selama ini masih berantakan. Berantakannya dimana? Memang selama ini sholatku nggak pernah bolong, tapi untuk Sholat berjamaah masih seringkali berantakan, bahkan kadang Adzan jam berapa sholatku jam berapa, mungkin karena ini aku jadi sering dibuat terlambat sukses oleh Allah, karena sholatku aja terlambat gimana mau sukses. Ada pepatah yang selalu terngiang ” Perbaiki Sholatmu, Allah akan Perbaiki Hidupmu”

Berikutnya yang menjadi resolusi tahun ini adalah memiliki stand/lapak atau tempat yang terpisah dari rumah untuk bekerja. Selama ini aku bekerja dirumah, mulai dari desain, finishing bahkan packing aku lakukan di rumah. Untuk ukuran aku serahkan sama Allah aja diberikan cukup besar alhamdulillah, Diberikan lebih besar lagi juga ga papa, tujuannya untuk menjaring pembeli baru di sekitaran wilayah petemon yeng terkenal dengan kampung percetakan. dan menambahkan lokasi di google maps supaya bisa mendapatkan review dari pelanggan, supaya bisa meningkatkan trust/kepercayaan sekaligus bisa meningkatkan omset. Langkah yang saya lakukan adalah pencari dan mencatat tempat yang dikontrakkan, mencoba menghubungi dan belajar bernegoisasi syukur syukur bisa kerjasama sewa stand gratis, atau sewanya bayar belakang, atau sewanya bisa bayar dicicil, yah semoga saja, ada lokasi yang cocok, dan harga yang sanggup aku bayar. Semoga Allah memudahkan jalanku dalam menemukan tempat yang cocok.

Selanjutnya resolusiku tahun ini adalah ingin memiliki seorang karyawan atau partner kerja yang sevisi dengan saya, syukur-syukur bisa desain jadi bisa menjadi tandem dan bantuan misal ada desain yang numpuk serta teman diskusi. Kenapa kok saya ingin punya karyawan atau partner, karena jika ingin usahamu ini cendol online bisa terus berkembang, maka kamu harus bisa memberi manfaat untuk orang lain, mungkin saat ini cendol online baru bisa memberi manfaat kepada para pelanggan, dan para suplyer, tapi karena belum memiliki karyawan, seluruh keuntungan hanya untuk aku pribadi dan kadang di sedekahkan untuk yang membutuhkan. jika cendol online memiliki karyawan, otomatis bisa memberi manfaat lebih untuk karyawan tersebut dan orang sekitarnya, seperti keluarga karyawan itu sendiri atau paling tidak sudah turut mengurangi angka pengangguran.

Kemudian yang ingin saya lakukan di tahun ini adalah tetap sehat dengan berolahraga minimal sesuai target yang ditetapkan oleh aplikasi di HP, tahun lalu aku akhirnya mencapai target 100x jalan kaki pada tangggal 28 Desember kemarin. Bulan oktober bahkan sempet 1 bulan Full sempurna tiap hari jalan kaki, aku ingin tahu ini semua target tiap bulan di aplikasi bisa terpenuhi. tentu saja tujuannya agar hiidup bisa lebih sehat. jadi ingat pada saat melakukan towaf dan sa’i pas umroh tahun lalu rasanya capek banget, mungkin karena kurang olahraga. apalagi saat itu sambil ndorong istri yang karena kondisi fisiknya lagi drop terpaksa thowaf sambil naik kursi roda. makanya tahun ini aku ingin lebih sehat. dan kembali berangkat umroh lagi menyempurnakan umroh tahun lalu, yang menurutku masih kurang.

Tanggal 28 Desember kemarin akhirnya tercapai juga 100 hari berjalan.
Tahun lalu, dari 12 bulan challange hanya 8 bulan yang memenuhi target, bulan maret, april, juni, dan desember akhir tahun kemarin justru malah gagal memenuhi tantangannya.

Salah satu resolusi yang ingin terus aku lakukan tiap tahun adalah menulis, resolusiku tahun ini adalah ingin kembali menulis, menulis apapun, menulis opini yang terjadi di sekitar, menulis resolusi seperti ini, menulis cerita masa lalu buat mengenang perjalanan di masa silam, menulis pengalaman apapun. apalagi saat ini usiaku sudah menginjak kepala 4, aku ingin tulisan-tulisanku bisa dibaca oleh anak cucuku kelak. sykur-syukur anakku nanti juga mau menulis melanjutkan tulisan-tulisanku dan menjadi perjalanan sejarah dari sebuah keluarga. yah minimal menulis seminggu 1 kali aja.

Yang terakhir, sebenernya ini bukan Resolusi, tapi keinginan setelah menikah, yaitu memiliki seorang anak baik anak laki-laki atau anak perempuan buatku sama saja. yah usia pernikahanku tahun ini bulan mei nanti memang baru memasukin tahun ke 4, memang wajar kalo masih belum di karuniai seorang anak. tapi banyak juga keluarga yang baru menikah 1 tahun lalu istrinya mengandung, memang rejeki tiap keluarga berbeda-beda, ada yang baru menikah sudah diberikan momongan, ada yang puluhan tahun baru diberi rejeki anak oleh Allah. Tapi sebagai manusia kita diwajibkan untuk berusaha, berikhtiar.

Itulah yag terpikirkan saat ini untuk resolusiku tahun 2025, mungkin di perjalanannya nanti ada beberapa keinginan yang berbeda muncul, atau ada resolusi bakalan berubah yang sekiranya terlalu berat. kita lihat saja nanti.

Jadi apa resolusim tahun 2025?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *