Posted in inspirasi

menjadi nara sumber (arsip catatan fb)

Sabtu kemarin, aku disuruh mengisi materi tentang desain dan perwajahan halaman di salah satu kampus swasta di samarinda. Tepat  pukul 09.00 kakakku memintaku untuk mengisi acara di kampus tersebut tentang materi yang memang menjadi kerjaanku sehari-hari. Sebenarnya sih bukan masalah jika meminta jauh hari sebelumnya, tapi ini untuk acara jam 11.00. Yup, hanya 2 jam persiapanku untuk mengumpulkan materi plus menyiapkan mental untuk berbicara di depan para mahasiswa yang biasanya kritis…

Kalo untuk kakaku sih mungkin bukan hal yang sulit karena dia sudah biasa mengisi materi tentang jurnalistik. Aku tahu karena banyak sekali plakat dan piagam penghargaan yang menghiasi rumahnya yang isinya rata-tara ucapan terima kasih telah mengisi acara-acara tersebut. Namun untukku walau bukan yang pertama tapi cukup membuatku sedikit tegang karena belum terbiasa untuk bicara di depan audiens. Tapi kalo didepan monitor komputer alias chating kerjaan sehari-hari hehehe…

Aku masih ingat ketika pertama kali bicara didepan umum, saat itu aku bicara di depan anak-anak kelas 1 SMA saat menjadi panitia di acara MOS (Masa Orientasi Siswa)  di SMA dulu, ketika mau bicara suara ini hilang entah kemana sampai akhirnya partnerku yang mengambil alih, jika ingat itu jadi malu afwan ya rin…

Nah kembali ke acara kemarin, karena itu bukan pertama kalinya aku bicara didepan umum plus aku juga bukan anak SMA lagi yang masih lugu bingung harus ngapain so waktu yang tersisa kugunakan untuk browsing tentang materi yang akan disampaikan, toh kalaupun ada pertanyaan pasti tak jauh-juh dari apa yang kukerjakan sehar-hari. Akhirnya setelah sampai di kampus untungnya acaranya agak molor setengah jam jadi aku masih diberi kesempatan oleh Allah untuk mempersiapkan mentalku. Alhamdulillah aku dapat melewatinya dengan baik, entah apakah cukup baik bagi mahasiswa yang mendengarkan. Yang pasti aku sudah melakukan yang terbaik. tidak seperti aku yang saat SMA dulu hehehe…

Entah kenapa setiap ada acara seperti itu selalu aku yang ditunjuk untuk maju, seperti halnya ketika ada anak baru yang mau bekerja sebagai layout, selalu aku yang disuruh training, padahal aku ga jago-jago amat. Mungkin temen-temenku kurang bisa dalam mentransfer ilmu, kurang bisa komunikatif untuk mengajari sekalipun dia lebih jago. Bahkan kemarin aku sempet mau dikirim ke bontang hanya untuk melatih anak layout karena disana sudah terbit harian baru Bontang Post tapi untuk mengerjakan layout halaman utama masih dikerjakan di Balikpapan dan Samarinda karena tenaga layout disana dirasa masih belum mampu. Aku juga sering kali mendapat komentar dari anak2 sekolah atau kuliah yang sering magang di kantor, katanya aku lebih baik ngajarnya ketimbang guru mereka  dikelas chie… jadi GE-ER bisa melayang nih… hehehe…

Ternyata transfer ilmu itu tidak mudah ( kalo mudah apa gunanya FKIP hehehe…) buktinya untuk training seseorang aja temen-temenku angkat tangan walau hanya sekedar mengajari apa yang biasa dikerjakan. Seorang guru aja kadang ada yang disukai oleh murid ada yang tidak kerena cara menyampaikan materi yang dirasa kurang sesuai dengan yang diinginkan sang murid. Seorang da’i saja ada yang memiliki masa banyak ada juga yang hanya segelintir karena cara penyampaiannya yang kurang komunikatif. Sejak kejadian kemarin aku mulai berfikir untuk kembali belajar berbicara di depan umum lagi walau yang kuhadapi sehari-hari hanya komputer.

Jadi inget hadist Nabi yang mengatakan: Rasulullah SAW bersabda : Apabila wafat seorang hamba (manusia) maka terputuslah segala amalannya kecuali 3 perkara: shodaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang salih yg mendoakannya. (HR Muslim), Karena aku belum terlalu kaya jadi amal jariahku mungkin sebatas kemampuanku, dan aku juga masih bujang masih belum memiliki anak soleh yang dapat mendoakan aku, doakan ya semoga cepet nikah plus dapat anak yang soleh agar dapat mendoakanku nantinya hehehehe…. Jadi hanya ilmu yang kukuasai ini semoga bermanfaat walau ilmu desain bukan ilmu agama dan mudahan bisa berdakwah lewat desain amin….

apakah kamu sudah sanggup mentransfer ilmu kalian…?

roy febrianto, 22 Nov 2010

Posted in coretanku

buka hatimu (arsip catatan dari Fb)

Yup seperti lagunya armada band….,

Aku sering di suruh seorang temen untuk membuka hatiku terhadap semua temen yang deket dengan aku, agar aku tak sendirian terus… alias menjomblo, agar ada yang sedikit “ngurusin” katanya. Tapi… ternyata itu ga mudah walau aku mencoba untuk beberapa kali berkenalan dengan berbagai temen wanita usulan temen namun hatiku rasanya masih terikat dengan seseorang yang jelas-jelas menolakku dengan alasan klisye “aku menganggapmu sebagai kakak”…

its oke….

but I don’t believe…., dengan apa yang kudengar dari tetangganya yang juga temanku. Biasanya aku selalu mendengar kabar itu dari dia, tentang pekerjaan, temen baru, dosen yang menjengkelkan bahkan temen yang diam-diam menyukainya namun dia sengaja mempermainkannya… biasanya aku selalu tahu kabar itu bukan dari orang lain, tapi kenapa untuk urusan yang satu ini dia ga carita padaku. Aku tahu… mungkin dia melakukan ini agar tak menyakitiku, tapi justru aku merasa…

Buka Hatimu….

Yup mungkin sudah saatnya aku membuka hati, terutama untuk perempuan-perempuan yang baik yang ada di sekitarku, walau untuk memulainya itu cukup sulit. Aku mencoba untuk suka seseorang tapi kok kayaknya nggak ngrespon ya…. apa pedekate-ku yang salah atau aku terlalu menganggap teman terhadapnya jadi seperti just friend. Walau kadang aku pengen memberi perhatian labih tapi aku ga pengen terlalu mencolok kalo aku suka dengan seseorang itu (kalo gitu gimana “dia” bisa tahu perasaanmu…) hehehe… yah biarlah

air tetap mengalir, walau sedikit berharap…

But I believe…

Jika Allah telah menentukan jodohku, aku takkan mampu untuk mengulurnya adan aku juga tak kan mampu untuk mempercepatnya sekalipun aku bersikeras, so usaha sudah pasti karena ini juga salah satu kewajiban, tapi bila belum dipertemukan ya… tunggu saja sambil berikhtiar sambil berdo’a….

-roy febrianto-

Posted in coretanku

“formalitas” I dont like

Kemeja necis, plus celana kain yang rapi, sepertinya jauh dari diriku, yup… I dont like it, entah kenapa aku ga suka sekali dengan penampilan yang padahal itu membantu penampilanku. Aku lebih suka pakai kaos oblong dan celana jeans yang menurutku lebih enjoy dan apa adanya. Dan untungnya aku bekerja di perusahaan yang tidak menuntut penampilan, melainkan skil dan tanggung jawab yang besar maklum dunia kreatif hehehe… ya aku bekerja di bidang kreatif sebagai seorang desainer graphic. Sehari hari aku kekantor pake kaos oblong plus celana jeans andalanku dan yang terpenting lagi… kami bekerja bukan berdasarkan waktu melainkan lebih kejam dari itu jaitu deadline, aku biasa tidur didepan tv jika nggak ada kerjaan namun aku harus siap bagadang 2hari dua malam jika itu sudah mendekati deadline… hehehe ngeri ya….

Entah kenapa aku ga suka sesuatu yang formalitas seperti harus datang jam 8 pagi harus pulang jam 5 sore sebab, aku kalo dikantor bisa lebih lama dari itu… namun jika aku lagi dirumah paling males untuk keluar apalagi hanya untuk mengejar absen…

Jadi inget sama steve job ( semoga bisa ketularan sukses ) saat aku liat film pirate of silicon valley dimana seorang pendiri aplle ternyata orangnya ga jauh beda dengan aku yang suka slenge’an (bahasa opo kuwi-suka seeneknya aja) disitu ternyata si steve ke kantornya juga pake kaos oblong dan celana pendek selutut. Juga bill gates baru make jas saat mau ketemu petinggi IBM bahkan sampai harus ngompas ( bahasa opo maneh) dasi punya orang yang di kamar mandi.

Mungkin sudah mendarah daging dari kecil aku tak bisa tepat waktu dalam hal apapun, boleh dibilang aku ini manusia karet kayak Lufie….

Posted in coretanku

Hore Badanku Naik…

Hehehe…. seperti anak kecil aja ya… tapi itulah yang ada di hatiku saat ini kegembiraanku saat berat badanku mulai naik. Terakhir aki chek up hari selasa kemarin beratku sudah medekati 50 kg, mudahan targetku untuk naik menjadi 55-60 kg plus bisa naik tangga tanpa batuk atau sesak napas harus terpenuhi. Karena sejak beberapa bulan yang lalu saat aku drop dan masuk rumah sakit berat badanku trun drastis hanya 35 kg. Yup hanya segitu… jika diukur dari tinggi badanku yang 167 cm berat badan yang ideal untukku adalah 55-60kg, jadi aku bener-bener keliatan kurus banget. Tulang pipi sampai keliatan, bajuku yang dulu presbody sekarang longgar semua kaya orang kedodoran. Celanaku yang dulu aku sering pake tanpa ikat pinggang sekarang kedodoran dan jika aku ga pake ikat pinggang bener-bener mlorot tuh celana.

Aku sampai malu jika ketemu temen-temen yang lain dan ditanya “kamu sakit ya? Kurus betul badanmu kayak orang nyabu… ? hehehe secara aku kan belum pernah sama ekali ngerasain barang haram itu… akirnya sambil ngeles kujawab aja lagi diet hehehe… atau dietku berhasil. Soalnya ku ga ingin membuat orang-orang di sekitarku merasa kasihan sama aku. Sebab aku paling ga suka dikasihani. Aku paling ga suka cerita penderitaanku sama orang lain, aku inginnya curhat cuman sama satu Yaitu Allah karena hanya Dia yang bisa mengatasi berbagai kesulitan yang aku hadapi sedang manusia selain kasihan paling hanya mberi support, tapi itupun sebenernya cukup untuk menambah semangat kita agar bisa bangkit dari kesulitan dan tidak larut dalam masalah.

-vied-
Lagi suka nyemil pengen naikin berat badan biar sehat seperti semula

Posted in coretanku

Nenekku Pahlawanku

Aku memang sudah tak memiliki kedua orang tua tapi aku justru masih memiliki seorang nenek yang sehat bugar, bahkan untuk melakukan perjalanan jauhpun nenekku bias sendirian. Dia masih ingat jalur angkutan kota mau kemana turun dimana. Aku yang sebagai cucunya saja kadang kalau mau naik angkot saja mikir dua kali karena aku masih belum hapal jalur-jalur angkot, aku lebih suka naik kendaraan pribadi yang bisa membuatku menentukan jalurku sendiri ketimbang naik angkot.

mas arisKemarin nenekku datang kerumah, sendirian aku cukup kaget dia berangkat sendirian. Memang sih jarak dari Waru Sidoarjo tempat nenekku tinggal bersama bibiku dengan tempat tinggalku di Surabaya tidak terlampau jauh tapi untuk ukuran nenekku yang sudah berumur menurutku sudah terlalu jauh untuk melakukan perjalanan seorang diri. Akupun jika disuruh ke sidoarjo tempat nenekku tinggal, berangkat sendiri naik angkot bingung naik apa turun dimana. Kalo ga bertanya sama sang sopirnya mungkin aku bakal tersesat. Tapi bibiku lumayan khawatir juga takut nenek tersesat, berapa kali dia telepon adikku untuk memastikan bahwa nenek sudah sampai atau belum, selamat sampai tujuan atau malah tersesat entah dimana.

Ingin sekali aku nanti sampai tua bisa seperti beliau, kemana-mana bisa sendirian tidak tergantung sma anak dan mampu melakukan sesuatu yang berarti hingga di usia senja.

-Vied-

Posted in renungan

Hikmah Ramadhan

Ramadhan tahun ini ramadhan yang cukup berat kulalui, mungkin karena kesehatanku yang lumayan terganggu dan berbagai masalah yang kualami selama setengah tahun ini serta berbagai rencana yang kususun tidak berjalan dengan lancar. Namun ramadhan kali ini juga membawa hikmah kepadaku terutama tentang arti sebuah keihlasan.

Ketika aku kehilangan motor, Allah menggantinya dengan motor yang sama bahkan baru lagi keluar dari dealer langsung, Asuransi Allah jauh lebih terpercaya daripada Asuransi yang ditawarkan para sales asuransi. bahkan sorang temen ada yang berseloroh, “gila baru kehilangan motor sudah bisa beli motor baru lagi padahal belum sebulan”, yup Allah menggantinya ga terlau lama ga sampe 1 bulan  ga seperti asuransi yang janjinya diproses dalam waktu 2 bulan tapi sampai 6 bulan ga ada kabarnya.

Kesehatanku yang mulai terpuruk sampai aku terpaksa masuk rumah sakit, saat ramadhan ini justru semakin membaik. Entah karena kegiatanku yang mulai kukurangi atau karena aku resign dari salah satu pekerjaan yang menyita tenaga tapi yang pasti sejak ramadhan ini Allah sudah memberikan nikmat kesehatan yang lebih baik dari sebelumnya.

Dompetku yang hilang pun dikembalikan oleh si pencuri walau isinya dikuras abis dan kartu kredit dipake sampai abis limit tapi alhamdulilah setidaknya ATM dan KTPku bisa kembali tanpa harus ngurus ulang karena untuk ngurus ulang ternyata super-super ribet. Mungkin Allah telah membuat si pencuri kasian makanya dikembalikan (wallahu alam)

Dan yang terakhir modal utamaku untuk bekerja yaitu laptop yang bener-bener kusesalkan, karena hilangnya dikantor saat aku sedang sakit, bener-bener membuatku ga habis pikir terhadap yang nyuri, kok ya tega ngambil barang orang yang sedang kena musibah. Tapi di bulan ramadhan ini Allah telah menggantinya walaupun bukan dengan yang baru namun dapat spesifikasi yang lebih tinggi dari yang hilang. Itupun tanpa mengeluarkan uang sepeserpun malahan dapat job lagi.

Hikmah yang lain, aku juga dapet job tadi  setelah aku resign dari pekerjaanku sebelumnya, aku katakan job karena kerjaannya tak mengikat seperti layaknya kerja kantoran namun dapet penghasilan yang jauh lebih  besar dari orang yang bekerja di kantoran. Yup kerjaan freelance design dan orderan cetak sudah mulai mengalir dari pelanggan lama. ternyata rezeki Allah ga bakalan lari kemana-mana selama kita mau berusaha. Seperti  kata pepatah ” ketika pintu rezeki yang satu ditutup maka pintu rezeki yang lain akan terbuka”.

 

-vied-

masih belajar untuk selalu ikhlas

Posted in coretanku

I dont know, what happen with me?

I lost the spirit,

ya aku kehilangan semangat…
mungkin karena kesehatanku yang agak terganggu, karena aku ga bisa melakukan apa yang aku ingin lakukan. Jika aku paksa untuk melakukannya konsekwensinya aku akan benar-benar ga akan bisa melakukan apa-apa lagi untuk selamanya.

separah itukah…?
Ga juga sih, cuman yang bikin aku kehilangan semangat adalah semua yang aku miliki perlahan-lahan hilang dari hadapanku. Apapun yang dulu dikatakan mustahil untuk bisa melakukan aku selalu bisa melaluinya. Bahkan aku sering memberi motivasi kepada temen-teman agar tidak mudah menyerah. Dan setiap aku ketemui mereka yang menurutku telah berhasil melalui kesulitan, mereka selalu bilang “bener kata-katamu”, ternyata mereka mendengarkan ucapanku.

But now..
sepertinya aku yang berada di posisi mereka saat ini. Kadang aku berfikir apa yang harus aku lakukan, agar aku bisa bangkit. kadang aku tak bisa mengingat apa yang kukatakan pada temen-temanku hingga mereka bisa melalui kesulitan mereka.

-vied-
mencoba untuk bangkit

Posted in coretanku

bad news

Entah kenapa bulan ini aku banyak sekali mendapat kabar buruk dari lingkungan sekitar, mulai dari diri sendiri yang kehilangan “tunggangan kesayangan” di awal bulan, lalu kemudian temen seperjuangan baru saja jatuh di serempet orang sampai mulutnya terluka  dan mengalami beberapa jahitan, kemarin aku mendapat kabar dari temenku yang ada di luar kota, katanya sih baru saja kehilangan laptop kesayanganya yang berisi beberapa data penting yang akan dijadikan buku, dan tadi aku baru saja mendengar temenku baru saja “diresign” dari pekerjaannya entah kenapa dan meminta tolong padaku untuk mencarikan pekerjaan….

what’s this?

apakah ini peringatan untukku, agar selalu, selalu dan selalu bersyukur terhadap apa yang diberikan Allah padaku dan teman-temanku, ataukaah ada sesuatu yang salah dalam diri kami hingga Ia memngingatkan agar kami ingat pada-Nya…, atau bakal ada peningkatan yang dahsyat ada diri kami, jika kami mampu bersabar dalam menghadapi dan mensikapi apa yang terjadi. Kalo aku sendiri sih Alhamdulillah tidak terlalu pusing, entah kenapa sekelilingku ada orang-orang tercinta yang membantuku hinga aku dapat mengatasi ksesulitan ini dengan mudah. Mudahan mereka pun dapat menghadapi kesulitan ini dengan sabar.

Why?

aku pernah berfikir mungkin karena sedikit terbesit pikiran buruk yang akan terjadi padaku beberapa waktu lalu mambuat hal itu benar-benar terjadi, untuk itu aku tak ingin lagi berfikir buruk, karena Allah akan mengabulkan prasangka kita, so think positif  aja kaliya…. ambil hikmahnya dan yakin bahwa kita akan mendapat sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya karena di balik kesulitan pasti ada jalan jika kita percaya dan tidak putus asa…

Posted in coretanku

Transfer Ilmu

Sabtu kemarin, aku disuruh mengisi materi tentang desain dan perwajahan halaman di salah satu kampus swasta di samarinda. Tepat pukul 09.00 kakakku memintaku untuk mengisi acara di kampus tersebut tentang materi yang memang menjadi kerjaanku sehari-hari. Sebenarnya sih bukan masalah jika meminta jauh hari sebelumnya, tapi ini untuk acara jam 11.00. Yup, hanya 2 jam persiapanku untuk mengumpulkan materi plus menyiapkan mental untuk berbicara di depan para mahasiswa yang biasanya kritis…

Kalo untuk kakaku sih mungkin bukan hal yang sulit karena dia sudah biasa mengisi materi tentang jurnalistik. Aku tahu karena banyak sekali plakat dan piagam penghargaan yang menghiasi rumahnya yang isinya rata-tara ucapan terima kasih telah mengisi acara-acara tersebut. Namun untukku walau bukan yang pertama tapi cukup membuatku sedikit tegang karena belum terbiasa untuk bicara di depan audiens tapi didepan monitor komputer alias chating hehehe…

Aku masih ingat ketika pertama kali bicara didepan umum, saat itu aku bicara di depan anak-anak kelas 1 saat menjadi panitia di acara mos di smu dulu, ketika mau bicara suara ini hilang entah kemana sampai akhinya partnerku yang mengambil alih, jika ingat itu jadi malu afwan ya rin…

Nah kembali ke acara kemarin, karena itu bukan pertama kalinya aku bicara didepan umum plus aku juga bukan anak sma lagi yang masih lugu bingung harus ngapain so waktu yang tersisa kugunakan untuk browsing tentang materi yang akan disampaikan, toh kalaupun ada pertanyaan pasti tak jauh-juh dari apa yang kukerjakan sehar-hari. Akhirnya setelah sampai di kampus untungnya acaranya agak molor setengah jam jadi aku masih diberi kesempatan oleh Allah untuk mempersiapkan mentalku. Alhamdulillah aku dapat melewatinya dengan baik, entah apakah cukup baik bagi mahasiswa yang mendengarkan. Yang pasti aku sudah melakukan yang terbaik. tidak seperti aku yang saat sma dulu hehehe…

Entah kenapa setiap ada acara seperti itu selalu aku yang ditunjuk untuk maju, seperti halnya ketika ada anak baru yang mau bekerja sebagai layout, selalu aku yang disuruh training, padahal aku ga jago-jago amat. mungkin temen-temenku kurang bisa dalam mentransfer ilmu, kurang bisa komunikatif untuk mengajari sekalipun dia lebih jago. Bahkan kemarin aku sempet mau dikirim ke bontang hanya untuk melatih anak layout karena disana sudah terbit harian baru bontang post tapi untuk mengerjakan layout halaman utama masih dikerjakan di balikpapan dan samarinda karena tenaga layout disana dirasa masih belum mampu. Aku juga sering kali mendapat komentar dari anak2 PSG yang sering magang di kantor, katanya aku lebih baik ngajarnya ketimbang guru mereka dikelas chie… jadi GE-ER bisa melayang nih… hehehe…

Ternyata transfer ilmu itu tidak mudah ( kalo mudah apa gunanya FKIP hehehe…) buktinya untuk training seseorang aja temen-temenku angkat tangan walau hanya sekedar mengajari apa yang biasa dikerjakan. Seorang guru aja kadang ada yang disukai oleh murid ada yang tidak kerena cara menyampaikan materi yang dirasa kurang sesuai dengan yang diinginkan sang murid. Seorang dai saja ada yang memiliki masa banyak ada juga yang hanya segelintir karena cara penyampaiannya yang kurang komunikatif. Sejak kejadian kemarin aku mulai berfikir untuk kembali belajar berbicara di depan umum lagi walau yang kuhadapi sehari-hari hanya komputer.

Jadi inget hadist nabi yang mengatakan: Rasulullah SAW bersabda : Apabila wafat seorang hamba (manusia) maka terputuslah segala amalannya kecuali 3 perkara: shodaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang salih yg mendoakannya. (HR Muslim), Karena aku belum terlalu kaya jadi amal jariahku mungkin sebatas kemampuanku, dan aku juga masih bujang masih belum memiliki anak soleh yang dapat mendoakan aku, doakan ya semoga cepet nikah plus dapat anak yang soleh agar dapat mendoakanku nantinya hehehehe…. Jadi hanya ilmu yang kukuasai ini semoga bermanfaat walau ilmu desain bukan ilmu agama dan mudahan bisa berdakwah lewat desain amin….

apakah kamu sudah sanggup mentransfer ilmu kalian…?